Home News Dari Penggerebekan di Ruko Pidie, Petugas Gabungan Amankan Sebelas Orang Beserta 1,2 Ton Sabu Cair
News

Dari Penggerebekan di Ruko Pidie, Petugas Gabungan Amankan Sebelas Orang Beserta 1,2 Ton Sabu Cair

Share
Mabes Polri Grebek pabrik sabu di Pidie, empat WNA ditangkap
Lokasi bangunan yang diduga dijadikan pabrik sabu-sabu di Mutiara Timur, Pidie. FOTO : popularitas.com/Nurzahri
Share

POPULARITAS.COM – Petugas gabungan menangkap sebelas orang dan menyita 1,2 ton sabu cair di dua rumah toko yang diduga menjadi pabrik narkoba jenis sabu-sabu, di Gampong Ulee Tutue, Kemukiman Beureueh, Mutiara Timur, Pidie, Rabu, 21 Oktober 2026 lalu. Dari belasan tersangka yang diciduk, terdapat dua warga negara asing (WNA).

Diketahui penggerebekan tersebut dilakukan tim gabungan dari BNN bersama Polri serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai pada Rabu lalu. BNN menduga ruko tersebut sebagai laboratorium narkotika ilegal (clandestine laboratory) dan diduga menjadi bagian dari jaringan narkoba.

Pengungkapan tersebut turut membuka dugaan adanya jaringan narkotika lintas negara yang melibatkan WNA dan warga Indonesia. Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto bahkan meninjau langsung dua ruko yang diduga menjadi pabrik sabu-sabu di Pidie tersebut. Dalam pemaparannya kepada awak media, Kapolri menegaskan bahwa keberhasilan mengungkap narkotika seberat 1,2 ton itu merupakan wujud kerja sama polisi dengan masyarakat.

“Kita bisa selamatkan anak cucu kita,” kata Kapolri saat memberikan keterangan pers di lokasi laboratorium sabu tersebut, Jumat (23/10/2026).

Penggerebekan dua unit rumah toko (ruko) yang diduga berkaitan dengan aktivitas produksi narkotika jenis sabu-sabu di Gampong Ulee Tutue, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, mengejutkan warga setempat.

Pasalnya, selama ini warga mengaku tidak mengetahui adanya aktivitas mencurigakan di dalam bangunan tersebut. Ruko itu disebut selalu dalam kondisi tertutup sehingga kegiatan di dalamnya tidak diketahui masyarakat sekitar.

“Ruko selama ini tertutup. Jadi kami tidak tahu ada kegiatan di dalamnya,” ungkap seorang warga yang tinggal di sekitar lokasi mengutip laman AJNN, Jumat (23/10/2026).

Warga tersebut juga menceritakan keberadaan sebuah bengkel las di bagian belakang ruko. Bengkel itu disebut telah beroperasi sejak sebelum bangunan ruko didirikan.

Menurut keterangan warga, bengkel las tersebut awalnya berada di bagian depan. Namun, setelah pembangunan ruko, aktivitas bengkel berpindah ke bagian belakang bangunan.

“Bengkel las awalnya berada di depan. Namun ketika dibangun ruko, bengkel tersebut pindah ke belakang,” katanya.

Warga yang enggan disebutkan namanya itu mengaku terkejut setelah mengetahui ruko tersebut digerebek polisi karena diduga berkaitan dengan kasus narkotika.

 

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
EkonomiNews

BI Catat Uang Beredar Naik 8,3 Persen Jadi Rp 10.587 Triliun

POPULARITAS.COM – Bank Indonesia (BI) mencatat uang beredar dalam arti luas (M2)...

News

BMKG : Aceh diguyur hujan lebat selama tiga hari

POPULARITAS.COM – Sebagian besar wilayah Aceh, akan mengalami peristiwa alam, yakni hujan...

News

Suahasil Pastikan Gaji PNS Tak Disalurkan lewat Kopdes Merah Putih

POPULARITAS.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menegaskan gaji pegawai negeri sipil...

News

Kapolri: Kapal Tanker Pembawa 1 Ton Narkoba Ketamine Sudah Dipantau 3 Bulan

POPULARITAS.COM – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengungkapkan, petugas gabungan telah melakukan...

Exit mobile version