Home News DAS Peusangan Aceh Longsor Parah, Ekosistem Gajah Sumatera Berubah
News

DAS Peusangan Aceh Longsor Parah, Ekosistem Gajah Sumatera Berubah

Share
Wisatawan bermain bersama gajah jinak di CRU Peusangan, Bener Meriah, Foto: Ist
Share

POPULARITAS.COM – Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan di Desa Negeri Antara, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh terdampak bencana banjir bandang dan longsor. Akibatnya, ekosistem gajah sumatera ikut berubah.

Sungai Peusangan kini mengalami longsor di beberapa titik lokasi dan perluasan lebar aliran sekitar 200 meter setelah bencana dahsyat melanda wilayah itu pada akhir November 2025 lalu.

“Kalau kondisi setelah bencana itu memang ada sedikit perubahan, karena gajah-gajah jinak ini kita cari makannya, dan ada beberapa tempat yang memang tempatnya sudah hilang, sudah kena longsor,” kata penjaga gajah jinak di Conservation Respons Unit (CRU) DAS Peusangan Wahdi di Desa Negeri Antara dikutip dari Antara, Senin (23/2/2026).

“Sama tempat yang biasanya kami kasih minum, sehingga kami tidak bisa turun lagi ke tempat itu, karena sudah jadi semacam tebing,” sambungnya.

Gajah merupakan hewan yang memiliki ingatan spasial membuat mereka cenderung setia dan bisa melakukan kebiasaan turun-temurun. Dengan kondisi ekosistem yang terdampak, maka otomatis mengganggu pola kebiasaan kawanan gajah.

Saat ini, CRU DAS Peusangan mempunyai total tiga ekor gajah sumatera jinak dengan dengan rata-rata umur 35 tahun.

Wahdi mengatakan untuk merawat gajah jinak disini dibutuhkan ketekunan karena dalam segi perawatan gajah harus dimandikan dua kali dalam sehari.

Selain itu, perawatan gajah yakni berupa mengajarkan mereka untuk terus berjalan setiap hari sesuai dengan ekosistem aslinya.

“Kemudian ada sedikit latihan, latihan rutin itu namanya, ada untuk angkat kaki, dan juga semacam pemeliharaan cara dia bisa buka mulut seperti ini, biar bisa dia nampakan giginya, supaya kami bisa cek apakah giginya bermasalah atau yang lainnya,” ungkap Wahdi.

Kondisi bencana Sumatra juga berdampak pada kawanan gajah liar yang berada di sekitar area DAS Peusangan.

Dalam keterangannya, Wahdi sering melihat kawanan gajah kerap kesulitan untuk menyeberangi aliran sungai Peusangan yang kini mengalami pelebaran.

Untuk terus menjaga ekosistem gajah, sebelumnya Presiden Prabowo Subianto telah berkomitmen mendukung langkah konservasi gajah Sumatera yang saat ini populasinya terancam.

Pemerintah baru saja memberikan hibah lahan seluas 20.000 hektare kepada World Wildlife Fund (WWF) untuk langkah konkret membantu konservasi gajah yang saat ini ekosistemnya terancam oleh konflik satwa liar di Aceh.

 

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Terima WTP dari BPK RI, Bupati Abdya : Bukti tata kelola keuangan transparan

POPULARITAS.COM – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kembali menorehkan prestasi membanggakan...

InternasionalNews

Demo Guru di Meksiko Jelang Piala Dunia: Urusan Kami Lebih Penting dari Sepak Bola

POPULARITAS.COM – Jelang dimulainya Piala Dunia 2026, situasi di ibu kota Meksiko...

News

BMKG: Aceh Masih Berpotensi Dilanda Hujan Lebat hingga Angin Kencang

POPULARITAS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I...

InternasionalNews

Kebakaran Hotel Tewaskan 21 Orang di India, Mayoritas Warga Asing

POPULARITAS.COM – Kebakaran hebat melanda sebuah hotel di New Delhi pada Rabu...

Exit mobile version