Home News Delapan etnis Rohingya kabur dari Lhokseumawe, UNHCR enggan berkomentar
News

Delapan etnis Rohingya kabur dari Lhokseumawe, UNHCR enggan berkomentar

Share
Protection Associate UNHCR, Hendrik C Therik, saat diwawancarai wartawan pada Rabu (19/1/2022). (Popularitas.com/Rizkita)
Share

POPULARITAS.COM – Protection Associate UNHCR, Hendrik C Therik, enggan berkomentar banyak terkait kaburnya delapan perempuan etnis Rohingya dari kamp BLK Lhokseumawe.

Saat ditanyai wartawan Rabu (19/1/2022), dia hanya menjawab bahwa UNHCR perlu melakukan diskusi terlebih dulu secara internal dengan satgas penanganan pengungsi Rohingya di Lhokseumawe.

“Mungkin saya belum bisa berkomentar banyak dulu, dari UNHCR dan IOM akan melakukan diskusi internal dulu dengan pemerintah setempat nanti kita kabari kabar lanjutannya,” jawab Hendrik.

Hendrik menegaskan bahwa, status pengungsi Rohingya di Lhokseumawe telah terverifikasi dalam kartu UNHCR, artinya mereka secara resmi telah terdaftar di UNHCR Indonesia.

Saat ditanyai kebebasan mereka beraktivitas di Indonesia, Hendrik menjawab kebebasan mereka kembali lagi dengan kebijakan pemerintah daerah.

“Terkait hal itu masih kita bicarakan, tentunya ada kebijakan daerah terkait dengan Covid-19 dan lain lain,” sebutnya.

Di sisi lain Pemerintah Kota Lhokseumawe, mengirimkan surat kepada UNHCR agar segera memindahkan 105 pengungsi Rohingya yang di tampung BLK Kadang Lhokseumawe.

“Kita telah menerima surat tersebut dari Pemkot ke satgas penanganan pengungsi pusat, dan itu sudah ditanggapi juga oleh UNHCR dan IOM. Tentunya terkait ada pemindahan itu kan harus ada koordinasi dari dua pihak baik itu satu tempat yang melepas maupun satu yang menerima dan itu masih dalam proses,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Satgas Penanganan Pengungsi Rohingya di Lhokseumawe, Ridwan Jalil pada Selasa (18/1/2022) menyebutkan bahwa pihaknya memberikan penambahan izin 105 hari kepada Rohingya untuk menempati Kamp BLK kota setempat hingga bulan Februari 2022.

“Usai karantina 10 hari, mereka masih di pengungsi sampai akhir bulan Februari mendatang, kita sudah koordinasi dengan pihak IOM dan UNHCR,” kata Ridwan.

 

 

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Terima WTP dari BPK RI, Bupati Abdya : Bukti tata kelola keuangan transparan

POPULARITAS.COM – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kembali menorehkan prestasi membanggakan...

InternasionalNews

Demo Guru di Meksiko Jelang Piala Dunia: Urusan Kami Lebih Penting dari Sepak Bola

POPULARITAS.COM – Jelang dimulainya Piala Dunia 2026, situasi di ibu kota Meksiko...

News

BMKG: Aceh Masih Berpotensi Dilanda Hujan Lebat hingga Angin Kencang

POPULARITAS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I...

InternasionalNews

Kebakaran Hotel Tewaskan 21 Orang di India, Mayoritas Warga Asing

POPULARITAS.COM – Kebakaran hebat melanda sebuah hotel di New Delhi pada Rabu...

Exit mobile version