Home Ekonomi Demo Bikin UMKM Rugi, Live Shopping hingga Jasa Kurir Tak Jalan
EkonomiNews

Demo Bikin UMKM Rugi, Live Shopping hingga Jasa Kurir Tak Jalan

Share
Share

POPULARITAS.COM – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tergabung dalam Asosiasi Industri UMKM (Akumandiri) mengaku terpukul akibat aksi demonstrasi yang berujung kerusuhan dan penjarahan di sejumlah daerah.

Ketua Umum Akumandiri Hermawati Setyorinny menyebut banyak UMKM kehilangan pendapatan hingga 90% lantaran tidak bisa beroperasi normal selama beberapa hari terakhir.

“Banyak anggota kami yang tidak bisa berjualan, baik secara offline maupun online. Bahkan live shopping di platform digital dihentikan sementara, sehingga berdampak luar biasa bagi UMKM yang menggantungkan pendapatan di sana,” ujar Hermawati di Jakarta, Senin (1/9/2025).

Menurutnya, kerugian yang dialami UMKM tidak hanya dari sisi penjualan, tetapi juga rantai distribusi yang terganggu. Banyak jasa kurir yang menghentikan layanan karena situasi tidak kondusif, sehingga permintaan melalui e-commerce pun tidak bisa terpenuhi.

Hermawati menilai langkah pemerintah, termasuk penonaktifan sejumlah anggota DPR yang bermasalah serta konsolidasi politik yang dilakukan Presiden Prabowo dengan para ketua umum partai, merupakan upaya positif untuk meredakan ketegangan.

Namun, ia menekankan perlunya kebijakan konkret yang menyentuh langsung pemulihan ekonomi rakyat kecil.

“Harapan kami, Presiden Prabowo dan seluruh jajaran pemimpin tidak hanya fokus pada stabilitas politik, tetapi juga keberanian mengambil langkah tegas untuk menyelamatkan ekonomi rakyat, khususnya UMKM. Karena kalau kondisi ini terus berlarut, banyak usaha kecil yang benar-benar berhenti beroperasi,” tegasnya.

Akumandiri menilai pemulihan ekonomi pascakerusuhan harus menjadi prioritas utama pemerintah. Pasalnya, UMKM merupakan tulang punggung ekonomi nasional yang menyerap jutaan tenaga kerja.
“Kalau UMKM jatuh, maka dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat luas,” pungkas Hermawati.

Senada dengan itu, Hilangnya fitur live di aplikasi media sosial TikTok juga berdampak besar terhadap pedagang online, termasuk para pelaku usaha pakaian di Banda Aceh.

Penjual mengaku omzet mereka anjlok drastis sejak fitur tersebut tidak lagi bisa digunakan pada Sabtu (30/8/2025) malam.

Kehilangan fitur ini tiba-tiba lantaran TikTok menilai situasi sosial di Indonesia sedang memanas akibat meningkatnya aksi unjuk rasa di sejumlah daerah.

Para pelaku UMKM yang selama ini berjualan dengan sistem online berharap pemerintah bisa segera mencari solusi agar fitur live di dapat kembali digunakan.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Marzuki Ali Basyah luncurkan buku ‘Polda Aceh Meutuah’

POPULARITAS.COM – Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, rabu (3/6/2026), resmi luncurkan bukunya....

News

Gerindra Pidie Jaya : Pergantian pimpinan BGN perkuat program MBG

POPULARITAS.COM – Politikus partai Gerindra di Pidie Jaya, Fakhrurrazi mendukung penuh kebijakan...

InternasionalNews

Krisis Demografi Makin Nyata, Jepang Kehilangan 3 Juta Penduduk dalam 5 Tahun

POPULARITAS.COM – Jepang tengah menghadapi krisis demografi yang kian mengkhawatirkan. Dalam lima...

News

Dasco Mengaku Baru Dengar Kejagung Geledah Kantor BGN

POPULARITAS.COM – Wakil Ketua DPR sekaligus Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco...

Exit mobile version