Home News Deteksi dini gangguan irama jantung dengan meraba nadi sendiri
News

Deteksi dini gangguan irama jantung dengan meraba nadi sendiri

Share
Penanganan penyakit jantung harus dilakukan di hulu dan hilir
Ilustrasi - Pengujian teknologi medis untuk mendiagnosis gangguan jantung dan sistem kardiovaskular. (ANTARA/Shutterstock/pri)
Share

POPULARITAS.COM – Dokter spesialis penyakit dalam konsultan kardiovaskular Angga Pramudita mengatakan bahwa gangguan irama jantung atau aritmia dapat dideteksi dini dengan meraba nadi sendiri.

“Itu bisa diraba di tangan, bisa di pergelangan tangan atau di leher. Itu bisa kita lakukan secara manual, tidak perlu alat khusus,” katanya dalam acara webinar untuk memperingati ulang tahun ke-103 Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) yang disiarkan melalui YouTube RSCM pada Selasa (8/11/2022).

Normalnya denyut nadi setiap menit antara 60 sampai 90.

Jika ada ketidakteraturan pada denyut nadi, Angga mengatakan, maka dianjurkan segera ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut menggunakan alat yang bisa memantau denyut jantung dalam durasi yang lebih lama.

Ia menjelaskan bahwa gangguan irama jantung memiliki derajat berat yang berbeda sesuai dengan jenis gangguannya.

Menurut dia, kebanyakan kasus gangguan irama jantung merupakan kasus yang tidak berbahaya, tidak sampai menimbulkan henti jantung dan darah tidak bisa dipompa keluar dari jantung ke seluruh tubuh.

“Kalau hanya sekali seperti itu kemungkinan adalah gangguan irama jantung yang ringan dan itu masih bisa varian normal dari orang yang memang normal tidak ada gangguan irama jantung yang signifikan, tapi sesekali dia mengalami gangguan irama jantung yang sesaat,” ia menjelaskan.

Dia mengemukakan bahwa orang yang merasa jantungnya tiba-tiba berdebar tidak perlu panik.

“Berdebar-debar, kita tidak bisa membedakan karena keluhan subjektif. Memang bisa itu adalah penyebabnya tidak berbahaya, tetapi juga bisa penyebabnya adalah karena gangguan irama jantung yang memang bisa dilakukan pengobatan yang definitif yang kita bisa hilangkan dari mulai dengan obat-obatan akan tindakan invasif ablasi,” ia menjelaskan.

Ia mengemukakan bahwa jantung berdebar perlu diwaspadai jika disertai faktor risiko seperti penyakit hipertensi, diabetes, dan jantung koroner serta riwayat orang tua pernah mengalami henti jantung mendadak pada usia muda.

“Gangguan irama jantung yang berat itu umumnya ada faktor risiko, faktor resiko tadi yang merupakan risiko untuk terjadi gangguan irama jantung, baik di serambi maupun di bilik. Itu yang mungkin bisa kita evaluasi,” katanya.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
EkonomiNews

Misi Dagang Aceh-Jatim Catat Transaksi Rp1,079 Triliun

POPULARITAS.COM  – Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) menyambut baik pelaksanaan misi...

InternasionalNews

Eksekusi Mati Pezina di Tanah Suci, Hubungan Saudi dan Bangladesh Memanas

POPULARITAS.COM –  Hubungan bilateral Bangladesh dan Kerajaan Arab Saudi tengah diuji. Baru-baru...

News

Satgas PRR Aceh Paparkan Progres Pemulihan Pascabencana di Berbagai Sektor Strategis

POPULARITAS.COM –  Pemerintah menegaskan akan terus mengoptimalkan upaya percepatan pemulihan Aceh pascabencana...

News

3 Hal yang Disampaikan Sekjen PBB Saat Bertemu Prabowo

POPULARITAS.COM – Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)...

Exit mobile version