POPULARITAS.COM – Sungguh miris keadaan Masjid Agung Baitul Ghafur, Aceh Barat Daya. Rumah ibadah yang habiskan APBK senilai Rp53 miliar itu, kondisinya kini memprihatinkan, bahkan bagian plafonnya terancam ambruk.
Sejumlah bagian plafon masjid yang terletak di Gampong Seunaloh, Kecamatan Blangpidie, terlihat rapuh dan berisiko runtuh, memicu kekhawatiran para jamaah.
Kondisi paling parah tampak di bagian depan, tepat di area saf imam dan mimbar khatib.
Demi menghindari kemungkinan plafon ambruk secara tiba-tiba, pengurus masjid terpaksa memindahkan pelaksanaan salat dan podium ceramah ke bagian tengah bangunan.
Area depan pun dikosongkan sebagai langkah antisipasi agar jamaah tidak tertimpa material yang bisa jatuh sewaktu-waktu.
Situasi ini terasa ironis. Masjid kebanggaan masyarakat Abdya tersebut, diketahui dibangun dengan anggaran lebih dari Rp53 miliar. Namun, persoalan plafon rupanya bukan kali pertama terjadi.
Sejak tak lama setelah pembangunan rampung pada 2020, kerusakan serupa sudah muncul dan bahkan sempat menimbulkan insiden.
Saat itu, plafon pernah ambruk dan bahkan sempat mengenai seorang jamaah sebelum dilakukan perbaikan oleh pihak rekanan.
Pantauan di lokasi menunjukkan kerusakan terjadi hampir di seluruh langit-langit masjid.
Beberapa bagian plafon sudah lepas dan memperlihatkan rangka besi penyangga.
Salah seorang jamaah, Ilyas, mengaku khawatir saat melaksanakan ibadah karena kondisi plafon dinilai tidak lagi aman.
“Banyak bagian yang sudah terbuka, tinggal rangkanya saja. Kami jadi was-was setiap salat,” kata Ilyas usai Salat Jumat, Jumat (20/2/2026).
Ia menambahkan, kekhawatiran semakin besar menjelang Ramadan karena jumlah jamaah dipastikan meningkat, terutama saat pelaksanaan salat tarawih.
Menurutnya, kondisi paling mengkhawatirkan berada di dekat imam dan podium ceramah sehingga jamaah terpaksa menggeser saf ke tengah masjid.
Ia meminta instansi terkait segera turun tangan memperbaiki plafon Masjid Agung tersebut, mengingat kondisi yang sudah mengkhawatirkan. Apalagi, tambahnya, saat ini masyarakat tengah menjalankan ibadah Ramadan, di mana intensitas dan jumlah jamaah meningkat, khususnya pada pelaksanaan salat tarawih.
“Kalau terus dibiarkan, jamaah pasti merasa cemas setiap kali salat. Kondisi ini bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga keselamatan,” pungkasnya.

Leave a comment