POPULARITAS.COM – Muhammad Iksan, Warga Negara Indonesia (WNI) asal Lhokseumawe, Aceh, yang sebelumnya dilaporkan tidak diketahui keberadaannya di Arab Saudi, akhirnya ditemukan.
Kepastian keberadaan Ikhsan disampaikan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah kepada Anggota DPD RI asal Aceh Sudirman atau Haji Uma, Selasa (22/9/2026).
Ikhsan saat ini diketahui berada di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim/Tarhil) Tabuk, Arab Saudi.
“Alhamdulillah, kita telah menerima kabar langsung dari KJRI Jeddah bahwa saudara kita M. Ikhsan asal Lhokseumawe sudah ditemukan. Saat ini keberadaannya sudah dipastikan dan yang bersangkutan berada di Tarhil Tabuk,” kata Haji Uma, Rabu (23/9/2026).
Informasi tersebut diperoleh setelah KJRI Jeddah menindaklanjuti laporan mengenai keberadaan Ikhsan dengan melakukan penelusuran dan berkoordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Wilayah Tabuk.
Dari hasil koordinasi, Ikhsan sebelumnya tercatat dilaporkan balagh hurub atau kabur oleh pihak perusahaan atau majikannya. Namun, berdasarkan penelusuran lebih lanjut, Ikhsan tidak melarikan diri dari tempatnya bekerja.
KJRI Jeddah menyampaikan bahwa Ikhsan dimasukkan ke Tarhil Tabuk setelah perusahaan tempatnya bekerja mengalami kebangkrutan. Kondisi tersebut membuat perusahaan tidak mampu membiayai pemulangan para pekerjanya ke negara masing-masing.
Ikhsan juga telah ditemui secara langsung oleh Satgas Wilayah Tabuk saat berada di Tarhil. Dokumentasi pertemuan tersebut telah diterima KJRI Jeddah sebagai bagian dari perkembangan penanganan kasus.
Dalam waktu dekat, Ikhsan direncanakan dipindahkan dari Tarhil Tabuk ke Tarhil Syumaisi di Makkah.
Setelah proses pemindahan, Ikhsan akan menjalani tahapan lebih lanjut sebelum dipulangkan ke Indonesia. KJRI Jeddah juga telah menyampaikan secara informal informasi mengenai keberadaan Ikhsan kepada orangtuanya.
Haji Uma menyampaikan apresiasi kepada KJRI Jeddah, KBRI Riyadh, Satgas Wilayah Tabuk, serta Kementerian Luar Negeri RI yang telah menindaklanjuti laporan tersebut.
Secara khusus, ia mengapresiasi Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri RI, Heni Hamidah, yang turut membantu proses koordinasi.
“Terima kasih kepada KJRI Jeddah yang telah bergerak cepat melakukan penelusuran. Secara khusus, kami juga menyampaikan terima kasih kepada Direktur PWNI Kementerian Luar Negeri RI, Ibu Heni Hamidah, KBRI Riyadh, Satgas Wilayah Tabuk, serta seluruh pihak yang telah membantu dan memberikan perhatian dalam proses ini,” ujar Haji Uma.
Menurut Haji Uma, kepastian keberadaan Ikhsan menjadi kabar melegakan bagi keluarga setelah sebelumnya muncul kekhawatiran mengenai keberadaannya.
“Alhamdulillah, berkat koordinasi dan kerja sama semua pihak, keberadaan saudara kita M. Ikhsan akhirnya dapat dipastikan,” katanya.
Haji Uma berharap proses pemindahan dan pemulangan Ikhsan dapat berjalan lancar sehingga WNI asal Lhokseumawe tersebut segera kembali ke Indonesia dan berkumpul bersama keluarganya di Aceh.
“Sekarang kita berharap proses pemindahan dan pemulangannya dapat berjalan lancar. Kita akan terus berkoordinasi dan mengikuti perkembangannya sampai saudara kita M. Ikhsan benar-benar dapat kembali ke Aceh dan berkumpul bersama keluarganya,” pungkasnya.


Leave a comment