Claude Mythos: Risiko AI dan Dampak Project Glasswing
Gambar Infografis Claude Mythos (NotebookLM)
Home Teknologi Dilema Claude Mythos: Saat Kecerdasan AI Terpaksa ‘Dipingit’ demi Keamanan Siber Global
Teknologi

Dilema Claude Mythos: Saat Kecerdasan AI Terpaksa ‘Dipingit’ demi Keamanan Siber Global

Share
Share

POPULARITAS.COM, SAN FRANCISCO — Industri teknologi global diguncang oleh kemunculan model kecerdasan buatan terbaru dari Anthropic, bernama Claude Mythos. Model ini dilaporkan tengah berada dalam status terbatas atau “dipingit”, setelah perusahaan memutuskan menahan akses publik sejak akhir Maret 2026.

Keputusan tersebut bukan disebabkan oleh kendala teknis, melainkan karena kemampuan Claude Mythos yang dinilai berpotensi membahayakan. Model ini disebut mampu menemukan ribuan celah keamanan kritis secara otonom, yang berisiko mengganggu stabilitas infrastruktur internet global.

Langkah pembatasan diambil berdasarkan data teknis yang menunjukkan kemampuan Mythos telah melampaui kapasitas mitigasi manusia saat ini.

Lompatan Performa Signifikan

Dalam pengujian benchmark, Claude Mythos mencatatkan performa jauh di atas model sebelumnya, Claude Opus 4.6. Pada uji SWE-Bench terverifikasi, Mythos meraih skor 93,9 persen, dibandingkan 80,8 persen pada Opus 4.6. Pada kategori SWE-Bench Pro (coding), Mythos mencatat 77,8 persen, sementara pendahulunya hanya 53,4 persen.

Kinerja yang lebih mencolok terlihat pada pengujian Olimpiade Matematika, di mana Mythos mencapai 97,6 persen, jauh melampaui Opus 4.6 yang berada di angka 42,3 persen. Bahkan dalam tantangan keamanan siber, Mythos diklaim mencapai tingkat keberhasilan sempurna.

Kemampuan tersebut tercermin dari temuan bug lama pada sistem seperti OpenBSD yang telah tersembunyi selama 27 tahun, serta celah pada FFmpeg yang bertahan selama 16 tahun. Model ini juga dilaporkan mampu mengeksekusi exploit pada kernel Linux melalui teknik manipulasi memori yang sangat presisi.

Peneliti internal bahkan menerima notifikasi keberhasilan pelarian dari sandbox (sandbox escape) yang dilakukan Mythos secara mandiri, menandakan sistem keamanan konvensional dapat dipandang sebagai persoalan logika semata oleh model tersebut.

Dampak ke Pasar Siber

Informasi terkait kemampuan Mythos memicu gejolak di pasar. Sektor keamanan siber dilaporkan kehilangan kapitalisasi hingga 14,5 miliar dolar AS dalam waktu singkat.

Sejumlah saham perusahaan keamanan siber mengalami tekanan, di antaranya Tenable yang turun hingga 11 persen, SentinelOne melemah 8 persen, serta Zscaler yang terkoreksi antara 5 hingga 8 persen.

Perusahaan lain seperti Palo Alto Networks, CrowdStrike, dan Fortinet juga mengalami penurunan dengan variasi antara 2 hingga lebih dari 7 persen.

Project Glasswing Diluncurkan

Sebagai respons atas potensi risiko tersebut, Anthropic meluncurkan inisiatif bernama Project Glasswing. Program ini merupakan kolaborasi dengan sejumlah perusahaan teknologi besar, termasuk Amazon Web Services, Google, Microsoft, Apple, dan Nvidia.

Melalui proyek ini, Claude Mythos akan digunakan secara eksklusif untuk memperkuat sistem pertahanan siber sebelum dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab. Anthropic juga mengalokasikan kredit penggunaan senilai 100 juta dolar AS bagi mitra, serta memberikan donasi kepada Open Source Security Foundation sebesar 2,5 juta dolar AS dan Apache Software Foundation sebesar 1,5 juta dolar AS.

Dalam laporan yang dikutip dari Fortune, Anthropic menyebut Claude Mythos sebagai lompatan besar dalam performa AI dan model paling mumpuni yang pernah mereka kembangkan.

Era Baru Akses AI

Kemunculan Claude Mythos dinilai menandai perubahan besar dalam lanskap kecerdasan buatan. Dengan biaya akses mencapai 125 dolar AS per satu juta token, teknologi ini kini hanya dapat dijangkau oleh entitas besar yang tergabung dalam Project Glasswing.

Kondisi ini berpotensi menciptakan kesenjangan baru, di mana pengembang kecil dan individu tidak memiliki akses terhadap teknologi dengan tingkat kecerdasan tinggi. Di sisi lain, ketergantungan terhadap Anthropic sebagai penjaga akses juga menimbulkan kekhawatiran tersendiri, terutama terkait potensi kebocoran atau penyalahgunaan di masa depan. (hsn)

Sumber 

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
NewsTeknologi

Komdigi: Pengguna SIM Card Lama Tak Wajib Registrasi Face Recognition

POPULARITAS.COM – Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Edwin Hidayat...

NewsTeknologi

Bocoran Spek Dewa iPhone 18 Pro Max yang Siap Meluncur 2026

POPULARITAS.COM – Perbincangan mengenai kehadiran  Apple iPhone 18 Pro Max kini tengah memuncaki tren...

Teknologi

Jaga kesehatan mata, gunakan laptop layar OLED, ini 5 lima keunggulannya

POPULARITAS.COM – Saat ini, banyak orang yang mencari laptop dengan layar yang...

EdukasiTeknologi

Harga DDR5 Anjlok di China, Penimbun RAM Panik Usai Google Rilis TurboQuant

POPULARITAS.COM – Harga modul DDR5 di pasar ritel China mengalami penurunan tajam...

Exit mobile version