POPULARITAS.COM – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pidie, hingga akan berkahirnya bulan Juni 2026, tak kunjung serahkan dokumen proyek Rp10 miliar, untuk dilakukan pelelangangan umum. Kondisi tersebut, berdampak pada rendahnya serapan dan realisasi anggaran APBK Pidie 2026.
Apalagi kemudian, diketahui, paket tersebut, merupakan kegiatan pergeseran anggaran paskabencana.
Dana Rp10 miliar tersebut, bersumber pergeseran anggaran melalui Peraturan Bupati (Perbup) mendahului perubahan itu diperuntukan untuk proses rehabilitasi dan rekontruksi pasca bencana hidrometeorologi tahun 2025.
Dana transisi Rp 10 miliar itu kemudian dicincang dalam 35 paket kegiatan, baik pekerjaan fisik maupun perencanaan dan pengawasan.
Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasan (Kabag PBJ) Pidie, T Epi Iswari menyebutkan, hingga 21 Juli 2026 belum ada satupun dokumen kegiatan transisi yang sudah diserahkan oleh Dinas PUPR.
“Kegiatan tender dana transisi belum ada yang diserahkan ke Pokja,” kata T Epi Iswari dalam keterangannya kepada popularitas.com, Selasa (21/7/2026).
Sebagai intansi yang menangani proses pelelangan pengadaan barang jasa setempat, pihaknya sudah sempat meminta Plt Kepala Dinas PUPR untuk mempercepat penyerahan dokumen tender untuk dapat dilelang.
“Satu bulan lalu sudah pernah saya telepon meminta untuk mempercepat. Untuk saat ini belum ada yang diserahkan,” ungkap Epi.


Leave a comment