Home News Dinkes Lhokseumawe Dinilai Lepas Tangan Saat Siswi Masuk RS Usai Divaksin
News

Dinkes Lhokseumawe Dinilai Lepas Tangan Saat Siswi Masuk RS Usai Divaksin

Share
Kegiatan vaksinasi Covid 19 di SMK N 1 Lhokseumawe.(Popularitas.com/Rizkita)
Share

POPULARITAS.COM – Aji Usman (40) ayah kandung Kana Darasa Naswa, siswi SMK N 1 Lhokseumawe yang masuk Rumah Sakit usai divaksin, menyebut pemerintah setempat tidak bertanggung jawab atas kejadian yang menimpa anaknya.

Sejauh ini, kata dia Dinas Kesehatan Lhokseumawe, dan pihak terkait lainya hanya datang menjenguk dan sekedar basa- basi. Padahal Aji Usman berharap dampak dari yang menimpa anaknya itu pemerintah setempat bisa mengambil sikap terhadap vaksinator yang memaksa menyuntik anaknya tersebut.

“Ada beberapa yang sudah menjenguk, hanya sekedar jenguk dan menawarkan pemindahan pasien ke kamar yang lain oleh sekretaris dinas kesehatan, mereka tidak bertanggung jawab, seharusnya vaksinator ini di proses ganti dengan vaksinator lain karena dia memaksa suntik tanpa menghiraukan keluhan anak saya,” kata Aji Usman, Sabtu (25/9/2021).

Baca: Siswi Lhokseumawe yang Dirawat di RS Usai Divaksin Sudah Diizinkan Pulang

Menurut AJi, seharusnya pemerintah bisa mengambil sikap dan bertindak tegas terkait kejadian yang menimpa anaknya itu, agar tak terulang lagi ke pelajar lainnya.

“Saya tidak mengatakan program vaksinasi itu salah, saya dukung vaksinasi, seharusnya pemerintah itu bijak lah, jangan menutupi kesalahan, ditambah lagi pernyataan Kapolda Aceh bahwa anak saya hanya syok, jangan menutupi kesalahan lah, bertanggung jawab itu baru pemimpin yang benar, orang yang suntik anak saya itu diproses lah, jangan tutupi kesalahan,” sebutnya.

Ia berharap kepada pihak sekolah agar mengirimkan surat persetujuan orang tua murid terkait vaksinasi Covid-19. Agar hal ini tidak terulang kembali ke siswa yang lain.

“Kepala sekolahnya kirimlah surat persetujuannya, jangan asal- asal vaksin, karena sudah saya sampaikan bahwa anak saya tidak bisa di vaksin karena penyakit bawaan, jangan dipaksa vaksin, ini menyangkut nyawa seseorang jangan asal,” pungkasnya.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Lhokseumawe, dr Sayed Alam saat dikonfirmasi terkait kejadian itu enggan menjawab Popularitas.com, dirinya hanya mengarahkan ke sekretaris dinas kesehatan setempat.

“Dengan ibu dr Helizar aja ya, sekretaris Dinkes , saya kebetulan kurang sehat, suara juga masih hilang,” jawab Sayed Alam.

Sedangkan sekretaris Dinkes Lhokseumawe, dr Helizar, hingga berita ini diturunkan belum menjawab pertanyaan dari madia ini.

Editor: dani

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Marzuki Ali Basyah luncurkan buku ‘Polda Aceh Meutuah’

POPULARITAS.COM – Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, rabu (3/6/2026), resmi luncurkan bukunya....

News

Gerindra Pidie Jaya : Pergantian pimpinan BGN perkuat program MBG

POPULARITAS.COM – Politikus partai Gerindra di Pidie Jaya, Fakhrurrazi mendukung penuh kebijakan...

InternasionalNews

Krisis Demografi Makin Nyata, Jepang Kehilangan 3 Juta Penduduk dalam 5 Tahun

POPULARITAS.COM – Jepang tengah menghadapi krisis demografi yang kian mengkhawatirkan. Dalam lima...

News

Dasco Mengaku Baru Dengar Kejagung Geledah Kantor BGN

POPULARITAS.COM – Wakil Ketua DPR sekaligus Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco...

Exit mobile version