POPULARITAS.COM – Sebanyak 15 pemuda Aceh, diterbangkan ke Busan, Korea Selatan. Pada pemuda-pemuda itu, nantinya akan tampil di Busan International Dance Festival 2026. Acara tersebut, berlangsung 2-9 Juni 2026 mendatang.
Keikutsertaan para pemuda yang tergabung dalam Perkumpulan Seni dan Budaya Gayo (LESBUGA) itu, bagian dari perkenalkan budaya Aceh ke mancanegara di Republik Korea tersebut.
Kepala Bidang Pengembangan Pemuda, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh, Masri Amin dalam keterangannya, Sabtu 23 Mei 2026 mengatakan bahwa, keikutsertaan LESBUGA di BIDF 2026, atas undangan pihak panitia di negara tersebut.
Pemerintah Aceh menilai, penting kehadiran pemuda-pemuda Aceh di BIDF 2026. Sebab, pihaknya melihat ada tujuan dan misi penting dari kehadiran di acara itu, yakni perkenalkan Aceh, terutama seni tradisi tari saman di mata dunia.
“Jadi, Dispora Aceh beri dukungan untuk LESBUGA bisa berangkat ke BIDF 2026,” katanya.
Masri Amin juga ingatkan agar para pemuda yang tergabung dalam LESBUGA, untuk senantiasa jaga marwa dan martabat rakyat Indonesia dan masyarakat Aceh. “LESBUGA ini tak hanya wakili Aceh, tapi cermin dari masyarakat Indonesia di BIDF 2026,” ujarnya.
Masri Amin sendiri, saat penyerahan dukungan tersebut, melihat secara langsung persiapan para pemuda Aceh saat latihan dtari Saman di Tamini Squre Jakarta Timur.
Tari Saman, yang berasal dari Gayo Lues dan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO sejak tahun 2011, dijadwalkan tampil dalam beberapa rangkaian acara penting. Tim Saman akan unjuk gigi di panggung utama sebanyak dua kali, mengisi sesi di tempat edukasi sebanyak satu kali, serta tampil memenuhi undangan khusus dari Pemerintah Kota Busan sebanyak satu kali.
Untuk menambah kekhidmatan pertunjukan, penampilan tim kali ini akan menyertakan seniman nasional asal Gayo, Fikar W. Eda. Ia akan bertutur puisi bertema Saman yang dirancang khusus untuk memperkuat atmosfer magis dari setiap gerakan rancak yang disuguhkan di atas panggung.
Ketua Umum LESBUGA, M. Aris Gayo, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas perhatian besar dari jajaran Pemerintah Aceh. Kendati demikian, ia sangat berharap adanya uluran tangan dan komitmen nyata dari berbagai pihak lainnya agar tim dapat berangkat dengan optimal sebagai duta bangsa. Menurutnya, dukungan dana tambahan di luar bantuan Pemerintah Aceh saat ini masih sangat dibutuhkan.
M. Aris Gayo mengungkapkan bahwa hampir 95 persen aktivitas dari Duta Saman Institute – Seni Budaya Gayo Aceh selama ini didedikasikan secara mandiri untuk mempertahankan status Tari Saman sebagai warisan dunia takbenda UNESCO. “Ini kolaborasi seniman dan pemerintah untuk sukseskan misi budaya ke Korea Selatan,” tandasnya.

Leave a comment