POPULARITAS.COM – Warga Pidie Jaya larut dalam suka rayakan HUT kabupaten itu ke-18. Ragam acara digelar, karnaval budaya, serta sejumlah kegiatan lainnya. Namun, insiden kecil dan memalukan coreng kebahagiaan masyarakat sambut hari jadi daerah itu.
Insiden kecil itu, yakni ketika Wakil Bupati Hasan Basri memukul Plt Kasatpol PP Pidie Jaya Hazaini. Peristiwa itu justru terjadi di depan kerumuman banyak orang, saat pembukaan HUT ke-18 kabupaten itu, di Lapangan Kota Meureudu, Sabtu 14 Juni 2025.
Informasi pemukulan Hazaini berkembangan dengan cepat. Sejurus kemudian ragam spekulasi bermunculan usai Plt Kasatpol PP Pidie Jaya itu mengalami kekerasan pisik yang justru dilakukan oleh orang nomor dua di kabupaten itu.
popularitas.com mendapatkan informasi tersebut, langsung melakukan penelusuran ke lokasi kejadian. Sejumlah saksi-saksi membenarkan peristiwa itu, bahkan isunya telah menyebarluas di tengah-tengah warga Pidie Jaya.
Menurut informasi yang berhasil dikumpulkan popularitas.com, kejadian itu berawal dari ketegangan antara Hasan Basri dan Plt Kasatpol PP dan WH Pidie Jaya. Pemicunya soal ketertiban para pedagang yang menggelar lapak di lokasi pusat perayaan.
Sore itu, Sabtu 14 Juni 2025, Hasan Basri mendatangi lokasi perayaan HUT Pidie Jaya. Saat itu, kawasan itu ramai pedagang menggelar lapak jualan, seperti balin, mainan anak-anak dan pelaku UMKM lainnya.
Lokasi yang ditempati para pedagang itu sendiri, telah ditetapkan oleh pihak panitia sebagai daerah zona bebas pedagang kecil, sebab sebagai akses ke panggung utama.
Mendapati zona larangan berdagang ramai ditempati para pelapak pedagang kecil, sontak Hasan Basri tersulut emosi. Ia meminta para pelaku UMKM itu untuk pindah dari lokasi tersebut.
Mendengar kegaduhan, Plt Kasatpol PP dan WH Hazaini mendatangi lokasi tempat Hasan Basri yang meminta pedagang kecil pindah. Namun, setibanya ditempat itu, terjadi adu mulut dan cek-cek antara keduanya.
Entah merasa seperti apa, tiba-tiba Hasan Basri melayangkan bogem mentah ke Hazaini, begitu ceritanya, kata sumber popularitas.com
Hazaini sendiri menolak mengomentari kasus tersebut. Menurutnya, kejadian itu tidak perlu dipersoalkan. “Gak ada masalah apa-apa. Biasa itu antara pimpinan dan bawahan,” katanya.
Dia mengakui, peristiwa itu terjadi akibat adanya pedagang yang berjualan di seputaran panggung utama. Namun dia tetap ogah menjelaskan detail peristiwa tersebut.
“Tidak ada yang menjadi masalah. Saat sedang bekerja kadang-kadang ada keras ada yang lembut,” jawabnya singkat.
Sementara itu, Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, beberapa kali dihubungi media ini via seluler untuk kepentingan konfirmasi, tidak menjawab panggilan popularitas.com. Pesan yang dikirim via Whatsapp juga tidak berbalas.

Leave a comment