Home News Diterima Edhy, Ini Usul Nelayan soal Revisi Kebijakan Cantrang
News

Diterima Edhy, Ini Usul Nelayan soal Revisi Kebijakan Cantrang

Share
Melaut Saat Peringatan Tsunami Aceh, Nelayan Bakal Dihukum
Ilustrasi. Kapal Nelayan. (CNBC)
Share

JAKARTA (popularitas.com) – Fraksi PKB DPR RI baru saja menyerahkan Laporan Hasil Forum Group Discussion (FGD) sektor kelautan dan perikanan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo. FGD yang didiskusikan bersama para delegasi nelayan itu membahas sejumlah deregulasi di sektor kelautan dan perikanan.

Salah satu masukan yang diberikan ialah terkait deregulasi Peraturan Menteri KP Nomor 71 Tahun 2016 tentang Jalur Penangkapan Ikan dan Penempatan Alat Penangkapan Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI). Terutama soal larangan menggunakan cantrang.

“Di sana dibahas juga mengenai cantrang atau pukat tarik dan pukat hela. Ini sebenarnya dulunya diizinkan dan juga dikembangkan oleh KKP bahkan ada SNI nya, tapi tiba-tiba dilarang dan tidak ada kajiannya sama sekali,” ujar Ketua Asosiasi Budidaya Ikan Laut Indonesia (Abilindo) Wajan Sudja ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa, 11 Februari 2020.

Menurutnya kebijakan yang melarang penggunaan cantrang itu perlu dicabut, untuk itu Wajan menyatakan dukungannya terhadap Menteri Edhy terkait deregulasi kebijakan tersebut.

“Sekarang ada kajiannya meski ada pro-kontra di situ (pencabutan larangan penggunaan cantrang) tapi bisa dibuktikan bahwa di seluruh dunia itu tidak ada yang melarang penggunaan pukat tarik dan pukat hela,” sambungnya.

Untuk itu, ia berharap Menteri Edhy dapat mengkaji kembali larangan tersebut dan menyesuaikannya dengan peraturan yang selama ini berlaku di seluruh negara lainnya.

“Yang ada kan di mana-mana adalah diatur kapan musim tangkap, kapan off-season nya, di daerah mana boleh dan di daerah mana tidak boleh,” katanya.

Secara rinci, para delegasi nelayan yang hadir meminta Permen KP No.71/2016 ini untuk segera direvisi khusunya untuk pasal 23 ayat (4) beleid itu.

Para delegasi nelayan berharap pasal itu dapat segera dikembalikan ke Permen KP No.26/ PERMEN KP/2014 tentang Rumpon. Sehingga, alat tangkap pukat cincin pelagis besar nanti dapat kembali diizinkan.

Lalu pasal 31 ayat (5) huruf B beleid itu pun dirubah yaitu kapasitas daya lampunya dapat ditingkatkan lagi. Pada pasal yang ada sekarang, aturan daya lampu hanya boleh mencapai total daya <16.000 watt.

Sumber: Detik

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
HeadlineNewsSepakbola

Torres Antar Spanyol Juara Dunia 2026

POPULARITAS.COM – Kesabaran, disiplin, dan kecerdasan taktik akhirnya membawa Spanyol kembali ke...

InternasionalNews

AS Cabut Larangan TikTok di Perangkat Pemerintah setelah Restrukturisasi

POPULARITAS.COM – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) menyatakan, aturan yang mewajibkan penghapusan...

EkonomiNews

Bertemu Menlu Wang Yi, Menko Airlangga Dorong Kemitraan Strategis hingga Investasi Hijau

POPULARITAS.COM – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto menggelar pertemuan...

InsfrastrukturNews

Pemerintah Aceh Percepat Kegiatan Tambahan TKD Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi

POPULARITAS.COM – Pemerintah Aceh terus mempercepat pelaksanaan kegiatan Tambahan Transfer ke Daerah...

Exit mobile version