Home Hukum Ditipu Soal Rumah Duafa, Nasir Polisikan Tiga Pria di Aceh
HukumNews

Ditipu Soal Rumah Duafa, Nasir Polisikan Tiga Pria di Aceh

Share
Kapolri Tunjuk Sonny Sanjaya Dirkrimsus Polda Aceh
Direktur Reskrimum Polda Aceh, Kombes Pol Sony Sanjaya memberi keterangan dalam konferensi pers di Mapolda setempat, Rabu (2/12/2020). (Muhammad Fadhil/popularitas.com)
Share

 – Muhammad Nasir bersama 16 warga lainnya di berbagai daerah di Aceh mempolisikan tiga pria yang diduga telah melakukan tindak pidana penipuan berupa pembangunan rumah duafa.

Laporan tersebut dilakukan pada Oktober 2020 lalu. Usai dilaporkan, personel Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Aceh berhasil membekuk pelaku pada November 2020.

“Korban yang terdata baru 20 orang, dari Lhokseumawe dan Pidie. Ini bisa saja bertambah, namun belum melapor,” ujar Direktur Reskrimum Polda Aceh, Kombes Pol Sony Sanjaya dalam konferensi pers di Mapolda setempat, Rabu (2/12/2020).

Kata Sony, data sementara akibat penipuan tersebut, korban mengalami kerugian mencapai Rp 230 juta. Dari jumlah ini, yang dapat diperlihat bukti seperti kwutansi dan lain-lain hanya Rp 68 juta.

“Jadi korban ini, masyarakat banyak, sedangkan yang melapor perwakilan saja,” jelasnya.

Sony menambahkan, aksi penipuan tersebut berlangsung pada 2019 silam dan dipimpin oleh pelaku berinisial JK. Ia merupakan pecatan PNS yang saat ini mendekam di Lapas Kajhu setelah terjerat kasus korupsi dan penipuan.

“JK mengendalikan dari lapas, menggunakan kaki tangan dua pelaku lainnya berinisial R dan M,” sebut Sony.

R dan M lalu turun ke desa-desa menawarkan rumah duafa tersebut kepada masyarakat. Pelaku mengelabui masyarakat bahwa rumah ini merupakan program bantuan dari Kementerian PUPR.

“Setiap orang ditawari, kamu akan dapat bantuan rumah duafa dari program Kementerian PUPR, kemudian dikeluarkan Surat Perintah Kerja (SPK), harus keluarkan uang Rp 2 sampai Rp 4 juta,” katanya.

“Siapa yang tidak tertarik, Rp 2-4 juta, dapat rumah gratis,” ungkap Sony.

Kata Sony, setelah uang diserahkan oleh korban, ternyata rumah tersebut tak kunjung dibangun. Korban merasa tertipu dan mempuat laporan ke SPKT Polda Aceh.

“Ini harus menjadi pelajaran bagi kita, kami informasikan kepada masyarakat untuk hati-hati jika ada yang menawarkan rumah duafa, tetapi meminta uang,” pungkas dia. []

Editor: Acal

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Marzuki Ali Basyah luncurkan buku ‘Polda Aceh Meutuah’

POPULARITAS.COM – Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, rabu (3/6/2026), resmi luncurkan bukunya....

Hukum

Dadan, Sony dan Lodewijk resmi jadi tahanan Kejagung

POPULARITAS.COM – Usai dilakukan pemeriksaan intensif selama beberapa jam. Tiga pimpinan Badan...

News

Gerindra Pidie Jaya : Pergantian pimpinan BGN perkuat program MBG

POPULARITAS.COM – Politikus partai Gerindra di Pidie Jaya, Fakhrurrazi mendukung penuh kebijakan...

InternasionalNews

Krisis Demografi Makin Nyata, Jepang Kehilangan 3 Juta Penduduk dalam 5 Tahun

POPULARITAS.COM – Jepang tengah menghadapi krisis demografi yang kian mengkhawatirkan. Dalam lima...

Exit mobile version