Home Hukum DPKA prihatin 10 ton arsip BPKK Aceh Jaya dicuri
HukumNews

DPKA prihatin 10 ton arsip BPKK Aceh Jaya dicuri

Share
Diduga curi arsip BPKK, tiga warga Aceh Jaya ditangkap polisi. (Ist)
Share

POPULARITAS.COM – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh (DPKA) menyatakan prihatin terhadap kejadian hilangnya 10 ton arsip negara milik Badan Pengelola Keuangan Kabupaten (BPKK) Aceh Jaya.

Berkaca dari kejadian itu, Kepala DPKA, Edi Yandra dalam keterangannya, Senin (30/5/2022), mendorong pemerintahan kabupaten/kota di daerah ujung barat Sumatra itu untuk menyediakan ruangan penyimpan arsip (records center) yang sesuai dengan peraturan dan kaedah-kaedah kearsipan, agar dapat menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

“Arsip ini kan milik negara dan penting dikelola, disimpan dengan baik, sesuai undang-undang, oleh karena itu untuk menghindari kasus pencurian yang seperti terjadi di Aceh Jaya, kita mendorong pemerintahan daerah untuk membangun ruangan khusus penyimpanan arsip di setiap SKPK dan di Dinas Kearsipan Daerah,” kata Edi Yandra.

Selain itu, Edi Yandra juga meminta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kabupaten/kota di Aceh untuk meningkatkan pengawasan pengelolaan arsip.

Di mana, menurutnya saat ini masih banyak intansi yang menyepelekan dan tidak serius dalam urusan kearsipan.

“Arsip merupakan pusat ingatan setiap organisasi, apabila arsip yang dimiliki organisasi kurang baik pengelolaannya, maka akibatnya akan mempengaruhi tingkat reputasi suatu organisasi sehingga organisasi yang bersangkutan akan mengalami hambatan dalam pencapaian tujuan,” tambahnya.

Pihaknya juga menyatakan siap untuk turun ke daerah-daerah bila diminta untuk mendampingi arsiparis guna membantu pengelolaan arsip yang sesuai dengan kaidah-kaidah kearsipan.

“Pemerintah Aceh juga telah menjamin pengelolaan arsip yang baik dan benar melalui qanun kearsipan, kita harapkan kedepannya setiap intansi dapat serius dalam pengelolaan arsip,” ujarnya.

Hal senada juga diucapkan oleh Ketua Asosiasi Arsiparis Indonesia (AAI) wilayah Aceh, Ikhsan, di mana menurutnya hal seperti ini tidak seharusnya terjadi, bila pengelolaan arsip sesuai dengan kaidah-kaidah kearsipan.

“Negara telah mengatur pengelolaan arsip dengan undang-undang, untuk menjamin ketersediaan arsip yang autentik dan terpercaya, menjamin pelindungan kepentingan negara dan hak-hak keperdataan rakyat, serta mendinamiskan sistem kearsipan, diperlukan penyelenggaraan kearsipan yang sesuai dengan prinsip, kaidah, dan standar kearsipan sebagaimana dibutuhkan oleh suatu sistem penyelenggaraan kearsipan nasional yang andal,” ujar Ikhsan.

Dirinya berharap hal ini dapat diambil pelajaran pentingnya, terutama bagi fungsional arsiparis yang diberikan kewenang menyelamatkan baik fisik maupun informasi secara utuh arsip.

Menurutnya hal ini terjadi karena belum adanya keseriusan dari pemerintahan daerah dalam pengelolaan arsip.

“Di mana salah satunya belum tercedianya ruangan khusus penyimpanan arsip (records center),” demikian Ikhsan.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Petani Hilang Terseret Arus Sungai, Tim SAR Telusuri Sungai di Aceh Jaya

POPULARITAS.COM – Tim SAR gabungan mencari seorang petani yang dilaporkan hilang setelah...

News

Amnesty Beri Rapor Merah 2 Tahun Prabowo-Gibran

POPULARITAS.COM – Amnesty International Indonesia memberikan rapor merah terhadap situasi hak asasi...

News

Perbaikan Jembatan Blang Miro-Kumbang Pidie Jaya Ditargetkan Rampung November 2026

POPULARITAS.COM – Pemerintah Pidie Jaya mulai menangani kerusakan oprit dan badan jalan...

EkonomiNews

Misi Dagang Aceh-Jatim Catat Transaksi Rp1,079 Triliun

POPULARITAS.COM  – Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) menyambut baik pelaksanaan misi...

Exit mobile version