Home News DPR RI minta Menteri BUMN percepat pembangunan pabrik NPK di Aceh
News

DPR RI minta Menteri BUMN percepat pembangunan pabrik NPK di Aceh

Share
Anggota Komisi VI DPR RI, Muslim. (Ist)
Share

POPULARITAS.COM – Anggota Komisi VI DPR RI, Muslim meminta Menteri BUMN, Erick Thohir untuk mendorong PT. Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PP) agar segera menyelesaikan pembangunan pabrik pupuk NPK di PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM).

Hal tersebut disampaikan politikus Demokrat itu dalam rapat kerja bersama Menteri BUMN, Erick Thohir di Jakarta, Selasa (7/6/2022).

“PT PIM sedang membangun pabrik NPK yang dikerjakan oleh PT PP. Progresnya telah bergeser dari jadwal kontrak awal. Kami meminta Menteri BUMN untuk memonitor dan mendorong PT. PP agar segera menyelesaikan pekerjaan pabrik tersebut,” ucap Muslim dalam keterangannya, Rabu (8/6/2022).

Anggota DPR Dapil Aceh 2 tersebut berharap dengan beroperasinya pabrik NPK tersebut akan memberikan gairah baru dalam pembangunan perekonomian di Tanah Rencong.

“PT PIM dapat memanfaatkan pabrik NPK tersebut dan harapannya pabrik itu memberikan gairah baru terhadap pemajuan perekonomian di Aceh,” terang Muslim.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
InternasionalNews

Sosok Perempuan Indonesia Dibalik Panggung Megah Penutupan Piala Dunia 2026

POPULARITAS.COM – Momen penutupan (closing ceremony) Piala Dunia 2026 di New York-New Jersey, Senin...

HukumNews

KPK Bakal Buka Penyidikan Baru Kembangkan Penerimaan Amplop Menhut Raja Juli

POPULARITAS.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang mengembangkan penyidikan terkait dugaan...

NewsTeknologi

Prabowo Targetkan Indonesia Punya Pemerintahan Digital Kelas Dunia

POPULARITAS.COM – Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia memiliki pemerintahan digital kelas dunia...

News

Mendagri Prihatin dengan OTT Kepala Daerah, Padahal Sudah Ikut Retret

POPULARITAS.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengaku prihatin dengan fenomena...

Exit mobile version