POPULARITAS.COM – Ketua Komisi VIII DPR sekaligus anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji 2026 DPR, Marwan Dasopang, mengusulkan pembangunan tenda bertingkat sebagai solusi untuk mengatasi kepadatan jemaah haji Indonesia di Mina saat puncak pelaksanaan ibadah haji.
Marwan menyampaikan usulan tersebut saat berada di Makkah, Arab Saudi, Jumat (29/5/2026). Menurutnya, langkah itu perlu dipertimbangkan apabila perluasan area Mina tidak memungkinkan karena keterbatasan lahan yang tersedia.
“Kita harus mulai memikirkan formula baru. Jika area Mina memang tidak bisa diperluas, maka perlu dipertimbangkan berbagai opsi, seperti tenda bertingkat atau skema lain yang memungkinkan ruang bagi jemaah menjadi lebih longgar dan manusiawi,” ujarnya.
Selain pembangunan tenda bertingkat, Marwan juga mengusulkan penerapan skema tanazul bagi jemaah Indonesia yang menginap di hotel yang lokasinya dekat dengan Mina. Skema tanazul memungkinkan jemaah tidak menjalani mabit atau bermalam di tenda Mina dan kembali ke akomodasi yang telah ditentukan tanpa mengabaikan ketentuan ibadah yang berlaku.
Menurut Marwan, dari sekitar 201.000 orang, setidaknya sekitar 60.000 berpotensi mengikuti skema tersebut jika pengaturannya dilakukan secara baik dan terencana.
“Dari sekitar 201.000, mungkin ada sekitar 60.000 yang dapat dipertimbangkan untuk mabit di hotel dengan pengaturan yang baik dan tetap sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.
Ia meyakini penerapan skema tanazul dapat mengurangi kepadatan secara signifikan sehingga ruang yang tersedia di Mina menjadi lebih nyaman bagi jemaah yang tetap bermalam di tenda. Marwan menegaskan penerapan skema tersebut memerlukan kajian mendalam, pengorganisasian yang matang, serta persetujuan dari pemerintah Arab Saudi.
Terkait hal itu, ia berharap kehadiran Kementerian Haji dan Umrah dapat memainkan peran strategis dalam menjalin komunikasi dan negosiasi dengan otoritas Arab Saudi guna mencari solusi jangka panjang atas persoalan kepadatan di Mina.
“Ini bukan pekerjaan mudah. Dibutuhkan koordinasi yang kuat, dukungan regulasi, serta komunikasi yang intensif dengan pemerintah Arab Saudi,” ujarnya.
Meski demikian, Marwan menekankan persoalan kepadatan di Mina tidak boleh terus berulang tanpa adanya terobosan nyata. “Harus ada keberanian untuk mencari solusi baru demi meningkatkan kenyamanan dan keselamatan jemaah Indonesia,” tegasnya.
Secara umum, Marwan mengapresiasi penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah yang dinilainya berjalan cukup baik. Ia menilai seluruh tahapan pelaksanaan haji hingga menjelang puncak ibadah berlangsung sesuai rencana. Namun, kondisi di Mina masih menjadi tantangan utama yang perlu segera dibenahi.
“Kapastitas tenda dan area yang tersedia belum mampu memberikan ruang yang cukup nyaman bagi seluruh jemaah. Kepadatan masih terjadi dan dirasakan langsung oleh jemaah,” katanya.
Selain persoalan keterbatasan ruang, Marwan juga menerima berbagai masukan dari jemaah terkait fasilitas di Mina yang dinilai belum berfungsi optimal. Beberapa di antaranya adalah pendingin udara yang kurang maksimal serta ketersediaan air yang belum memadai.
Untuk itu, Timwas Haji DPR mendorong lahirnya berbagai inovasi dan kebijakan baru agar persoalan klasik di Mina dapat diselesaikan secara berkelanjutan dan tidak terus berulang pada musim haji mendatang.

Leave a comment