POPULARITAS.COM – Turki dikejutkan dua kasus penembakan sekolah yang berlangsung hanya dalam selang dua hari pada pertengahan April 2026. Kedua peristiwa tersebut menewaskan sembilan orang dan melukai puluhan siswa serta guru.
Insiden pertama meletus Selasa 14 April 2026 sekitar pukul 09.30 waktu setempat di Ahmet Koyuncu Vocational and Technical Anatolian High School, Distrik Siverek, Provinsi Şanlıurfa. Pelaku Ömer Ket, 18–19 tahun, mantan siswa sekolah itu yang dikeluarkan saat kelas 9, masuk ke area sekolah dan menembak secara acak menggunakan senapan pompa.
Akibat tembakan di koridor dan dua ruang kelas, 16 orang terluka, terdiri atas 10 siswa, 4 guru, 1 pegawai kantin, dan 1 petugas polisi. Tidak ada korban jiwa di kalangan siswa maupun guru. Pelaku kemudian bunuh diri di dalam gedung setelah dikepung aparat.
Baca juga: Insiden berdarah penembakan di Gereja di Amerika Serikat, 2 anak tewas dan 17 luka parah
Keesokan harinya, Rabu 15 April 2026, tragedi serupa terjadi di Ayşe Çalık Middle School, Distrik Onikişubat, Provinsi Kahramanmaraş. Pelaku İsa Aras Mersinli, 14 tahun, siswa kelas 8 di sekolah tersebut dan anak mantan polisi, membawa lima senjata api milik ayahnya beserta tujuh magasin peluru.
Ia menembak secara acak di dua ruang kelas. Sebanyak 9 orang tewas 8 siswa dan 1 guru serta 13 orang lainnya luka-luka. Pelaku juga bunuh diri di lokasi kejadian. Insiden ini menjadi penembakan sekolah paling mematikan dalam sejarah Turki modern.
Motif kedua kejadian masih dalam penyelidikan mendalam pihak berwenang Turki. Tidak ditemukan indikasi kaitan dengan terorisme; keduanya diduga aksi individu. Menteri Dalam Negeri Mustafa Çiftçi dan gubernur setempat langsung mengirim tim medis serta personel keamanan ke lokasi. Sekolah-sekolah di wilayah terdampak ditutup sementara untuk evakuasi dan pemeriksaan.
Kedua peristiwa ini menjadi sorotan karena penembakan di lingkungan sekolah sangat jarang terjadi di Turki. Pihak berwenang masih mengumpulkan bukti untuk menjelaskan latar belakang pelaku. (hsn)

Leave a comment