Home News Dua proyek jembatan di Pidie belum dikerjakan
News

Dua proyek jembatan di Pidie belum dikerjakan

Share
Dua proyek jembatan di Pidie belum dikerjakan
Lokasi rencana pembangunan jembatan Glee Jambee, Pidie. Foto: Ist
Share

POPULARITAS.COM – Sisa waktu pelaksanan dan belanja anggaran tahun 2022 hanya tersisa kurang dari lima bulan. Namun anehnya, sejumlah paket pekerjaan konstruksi di Kabupaten Pidie yang bersumber APBK setempat belum mulai dikerjakan.

Paket-paket tersebut meliputi pembangunan jembatan Glee Jambe, Kecamatan Delima dan pembangunan jembatan Blang Ceurih IV.

Padahal proses tender paket-paket tersebut diketahui telah rampung dilakukan beberapa bulan lalu.

Penelusuran popularitas.com, paket pekerjaan konstruksi berjudul “Pembangunan Jembatan Glee Jambe” dengan Pagu Rp 1.746.000.000 itu dimenangkan oleh CV. POLYGON dengan nilai penawaran Rp 1.584.375.863.

Pada saat proses tender paket tersebut, CV Polygon diketahui menduduki urutan ketiga dari total 11 peserta tender yang sama-sama memasukkan dokumen penawaran.

Besaran penghematan atau saving anggaran atas paket pembangunan jembatan Gle Jambee itu sekitar Rp 161 juta.

Kemudian paket dengan judul “Pembangunan Jembatan Blang Ceurih IV Kp. Aree Reubee (FISIK)” dengan Pagu Rp 2.910.000.000 dimenangkan oleh CV Adan Prakarsa dengan nilai penawaran Rp 2.702.493.000.

CV Adan Prakarsa tercatat menduduki urutan kedua dari tiga peserta tender yang memasukkan dokumen penawaran, dengan nilai pemotongan harga Rp 207.561.000.

Sekretaris Desa (Sekdes) Glee Jambe, Kecamatan Delima, Pidie, Rusli kepada wartawan menyebutkan, hingga saat ini proyek pembangunan jembatan di desa setempat belum kunjung dikerjakan.

Bahkan, katanya, selama ini sejumlah pihak diketahui beberapa kali pernah mendatangi lokasi tersebut untuk melakukan pengukuran jembatan itu, hanya saja hingga kini proyek itu belum kunjung dimulai.

“Sudah sering sekali ada pihak yang mendokumentasi jembatan ini, termasuk mengukur dan setelah itu mereka tidak kembali lagi dan jembatan tidak terbangun,” ujar Rusli.

Katanya, masyarakat sangat berharap jembatan tersebut dapat segera dibangun sehingga dapat memudahkan mereka dalam mengakses.

Sementara itu, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas PUPR Kabupaten Pidie, Risnandar kepada wartawan mengakui, penandatanganan kontrak dua pekerjaan jembatan tersebut dengan rekanan penyedia telah dilakulan ada Mei 2022, beberapa bulan lalu.

“Kontrak sudah ditanda tangani sejak 30 Mei dan masa kerja sampai akhir akhir Oktober,” ujar Risnandar.

Dengan sisa waktu kurang dari lima bulan, diharapkan pengerjaan pembangunan jembatan tersebut dapat mulai dilaksanakan usai lebaran Iduladha.

“Ada sisa empat bulan lagi dan setelah hari raya saya instruksikan dimaksimalkan pengerjaanya,” tegas Risnandar.

Jelasnya, terlambatnya pengerjaan proyek jembatan Gle Jambee disebabkan adanya review design atas beberapa struktur pakerjaan.

Sedangkan keterlambatan pelaksanaan jembatan Ceurih disebabkan adanya pekerjaan pembangunan jalan di jalur yang sama.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Mendagri Prihatin dengan OTT Kepala Daerah, Padahal Sudah Ikut Retret

POPULARITAS.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengaku prihatin dengan fenomena...

NewsSosial dan Budaya

Kolaborasi Pemerintah Aceh, BPMA, dan Medco Tanam 1.000 Mangrove

POPULARITAS.COM – Pemerintah Aceh bersama Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) serta industri...

News

Samsat Banda Aceh : Seluruh Pelayanan Resmi Pajak  Dipastikan Gratis, Jangan Pakai Calo!

POPULARITAS.COM – Kepala Samsat Banda Aceh, Rahmat Syahreza, mengimbau seluruh masyarakat agar...

News

Bongkar Pasang Kepala SKPK Pidie oleh Sarjani

POPULARITAS.COM – Bupati Pidie, Sarjani Abdullah, merombak sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat...

Exit mobile version