POPULARITAS.COM – Provinsi Aceh berpotensi kehilangan pendapatan Rp372 miliar per tahun dari aktivitas ekspor CPO. Hal itu terjadi, karena aktivitas pengiriman crude palm oil itu, masih dilakukan lewat pelabuhan di Medan, Sumatera utara.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kanwil Bea dan Cukai Aceh, Safuadi dalam keterangannya di Banda Aceh, Rabu (23/4/2025). “Hitung-hitungan kita, jika Aceh ekspor CPO lewat Medan, potensi kehilangan pendaptan capai Rp372 miliar,” katanya.
Angka itu berdasarkan angka biaya logistik CPO dari Aceh ke Sumut via darat, sambungnya. Sebagai contoh, saat ini biaya pengangkutan CPO dari Aceh ke Sumut capai Rp400 ribu per ton.
Nah, jumlah truk yang angkut CPO dari Aceh ke Sumut itu capai 742 truk per hari. Asumsinya jika muatan 35 ton tip truk pengangkut, maka terdapat 930 ribu CPO yang dikirimkan via darat.
Jadi, jika kita hitung dari ongkos logistik, maka angkanya 930 ribu ton CPO x Rp400 ribu. Nah, jumlahnya capai Rp372 miliar setiap tahunnya, paparnya lebih lanjut.“Disi lain, Aceh juga alami kerugian dari proses pengangkutan logistik tersebut, yakni berupa kerusakan jalan,” ungkapnya.
Bila langsung ekspor dari Aceh maka pengusaha CPO Aceh tidak perlu mengeluarkan ongkos angkut darat sebesar 2,4 milyar untuk setiap kali pengapalan (6 ribu ton per kapal dikali 400 ribu rupiah per ton). “Jika seluruh CPO diekspor dari pelabuhan Aceh, bea keluar yang kini dinikmati provinsi lain akan berpindah ke Aceh dan nilainya bisa ratusan miliar, dan akan berdampak pada hitungan dana bagi hasil bagi Aceh,” jelasnya.

Leave a comment