Home News Empat Warga Aceh Korban TPPO di Myanmar Butuh Segera Diselamatkan
News

Empat Warga Aceh Korban TPPO di Myanmar Butuh Segera Diselamatkan

Share
Haji Uma peroleh suara terbesar calon anggota DPD RI asal Aceh
Anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman alias Haji Uma (Istimewa)
Share

POPULARITAS.COM – Sebanyak tujuh Warga Negara Indonesia (WNI) dilaporkan masih disekap di Myanmar. Mereka adalah korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang kondisinya dilaporkan semakin tertekan dan membutuhkan bantuan pembebasan serta penjemputan secepatnya.

Dari tujuh korban tersebut, empat di antaranya berasal dari Aceh, yakni M. Taisar, Maulana Annur, dan Malik Rizky asal Lhokseumawe, serta Prabu Agung Pranata asal Aceh Besar.

Sementara tiga korban lainnya masing-masing Bayu Prayogi dan Timur Agum Shall Galih asal Deli Serdang, Sumatera Utara, serta Nur Hasanah asal Cianjur, Jawa Barat.

“Keluarga korban menghubungi saya kemarin dan memohon bantuan agar mereka segera dibebaskan serta dijemput, mengingat kondisi para korban, khususnya warga Aceh, semakin tertekan,” kata anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman alias Haji Uma, Senin (13/10/2025)  kepada Popularitas.com.

Haji Uma mengaku terus berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Myanmar untuk mempercepat proses pembebasan ketujuh WNI tersebut, terutama empat korban asal Aceh.

“Saya sudah berkomunikasi dengan Staf Diplomat KBRI di Myanmar, Bapak Wahono. Beliau menyampaikan bahwa permintaan penjemputan dan pembebasan sudah dikirim ke Pemerintah Myanmar dan hari ini akan dihubungi kembali,” ujarnya.

Kasus ini, kata Haji Uma, berawal dari surat yang diterimanya dari keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Aceh, yang melaporkan bahwa tujuh WNI disekap dan dipaksa bekerja oleh jaringan perekrut ilegal di Myanmar. Surat tersebut berisi identitas lengkap para korban yang terdiri dari enam laki-laki dan satu perempuan.

“Keselamatan WNI di luar negeri adalah tanggung jawab negara. Karena itu, kami meminta pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri dan KBRI untuk segera mengambil langkah perlindungan dan penyelamatan bagi mereka yang menjadi korban kejahatan lintas negara ini,” tegas Haji Uma.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Mendagri Prihatin dengan OTT Kepala Daerah, Padahal Sudah Ikut Retret

POPULARITAS.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengaku prihatin dengan fenomena...

NewsSosial dan Budaya

Kolaborasi Pemerintah Aceh, BPMA, dan Medco Tanam 1.000 Mangrove

POPULARITAS.COM – Pemerintah Aceh bersama Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) serta industri...

News

Samsat Banda Aceh : Seluruh Pelayanan Resmi Pajak  Dipastikan Gratis, Jangan Pakai Calo!

POPULARITAS.COM – Kepala Samsat Banda Aceh, Rahmat Syahreza, mengimbau seluruh masyarakat agar...

News

Bongkar Pasang Kepala SKPK Pidie oleh Sarjani

POPULARITAS.COM – Bupati Pidie, Sarjani Abdullah, merombak sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat...

Exit mobile version