Home News Erdogan Serukan Penangguhan Izin pada Pengacara Dituduh Terorisme
News

Erdogan Serukan Penangguhan Izin pada Pengacara Dituduh Terorisme

Share
Erdogan Serukan Penangguhan Izin pada Pengacara Dituduh Terorisme
Presiden Turki Tayyip Erdogan menghadiri upacara peringatan Hari Kemenangan ke-98 di Anitkabir, makam pendiri Turki modern Ataturk, di Ankara, Turki, Minggu (30/8/2020). ANTARA FOTO/Presidential Press Office/Handout via REUTERS/AWW/djo
Share

POPULARITAS.COM – Presiden Turki Tayyip Erdogan menyerukan penangguhan izin pada para pengacara yang dituduh terkait dengan terorisme.

Pernyataan itu ia keluarkan setelah serangkaian protes muncul atas kematian seorang pengacara yang mogok makan pekan lalu.

Pengacara tersebut, Ebru Timtik, meninggal di rumah sakit Istanbul setelah mogok makan selama 238 hari setelah ia tahun lalu dihukum karena menjadi anggota organisasi teroris.

Dia adalah anggota Asosiasi Pengacara Kontemporer (CHD), sebuah kelompok kiri yang dituduh memiliki hubungan dekat dengan Front Partai Pembebasan Rakyat Revolusioner (DHKP-C) yang terlarang, sebuah organisasi Marxis.

Setelah kematiannya, Asosiasi Pengacara Istanbul menggantungkan foto Timtik di luar kantor pusat asosiasi itu sebagai protes, yang ditepis oleh Erdogan.

“Kita harus membahas apakah metode seperti pengusiran dari profesi harus diterapkan pada pengacara,” kata Erdogan kepada para hakim dan jaksa dalam sebuah upacara di Ankara, Selasa (1/9/2020).

Sama seperti pencuri tidak boleh diminta untuk membela pencuri, ‘pengacara yang membela teroris seharusnya jangan teroris juga’, kata dia.

Uni Eropa (EU) mengatakan sangat berduka atas meninggalnya Timtik, yang telah dipenjara selama 13 tahun. EU mengatakan Timtik adalah tahanan keempat yang meninggal tahun ini akibat mogok makan.

“Hasil tragis dari perjuangan mereka untuk persidangan yang adil menggambarkan dengan menyakitkan kebutuhan mendesak bagi pemerintah Turki untuk secara kredibel menangani situasi hak asasi manusia di negara itu,” kata EU.

Erdogan membela perubahan baru-baru ini pada struktur asosiasi pengacara Turki, yang banyak di antaranya sangat kritis terhadap presiden. Perubahan tersebut akan melemahkan kekuatan mereka dengan mengizinkan banyak asosiasi, bukan hanya satu, untuk dibentuk di setiap provinsi.

“Sangat menyakitkan bahwa jeruji, yang seharusnya menjadi lembaga keadilan, berubah menjadi halaman belakang organisasi teror,” kata Erdogan. Ia
menambahkan bahwa tindakan lebih lanjut akan diambil untuk mereformasi asosiasi pengacara.[acl]

Sumber: Reuters/Antara

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Dolar AS Menguat, Harga Obat Naik hingga 10 Persen

POPULARITAS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali tertekan hingga...

News

Menlu Sugiono Tegaskan Indonesia Harus Gaul dengan Semua Negara

POPULARITAS.COM – Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menegaskan bahwa Indonesia harus terus...

KriminalitasNews

Terduga Pelaku Pencurian Beserta Barang Bukti di Abdya Dicokok Polisi

POPULARITAS.COM – Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Aceh Barat Daya...

News

Pemkab Pidie Jaya Cairkan Gaji ASN ke-13

POPULARITAS.COM –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya, mencairkan gaji ke-13 guna meringankan...

Exit mobile version