Home News Facebook Tutup Akun Propaganda
News

Facebook Tutup Akun Propaganda

Share
Facebook hapus layanan Location History dan Nearby Friends
Share

JAKARTA (popularitas.com) – Facebook menyatakan telah menemukan bahwa sejumlah orang yang terkait dengan aparat Arab Saudi telah memakai media sosial untuk menyebarkan propaganda melalui akun-akun palsu.

Perusahaan itu menyebut operasi penyebaran propaganda utamanya menyasar Timur Tengah dan Afrika Utara dengan konten berbahasa Arab. 

Oleh karenanya, lebih dari 350 akun dan halaman di Facebook telah ditutup.

Jarang bagi perusahaan raksasa tersebut untuk mengumumkan kepada publik bahwa aktivitas semacam itu terkait dengan pemerintah tertentu.

Sejauh ini pemerintah Arab Saudi belum memberikan tanggapan secara resmi.

Dalam pernyataannya, Facebook mengaku pada pekan ini telah menghadang “perilaku tak otentik yang dikoordinasi” pada platform-nya dan pada Instagram yang dimilikinya. 

Facebook mengatakan akun-akun itu sengaja dibuat sehingga orang bisa berpura-pura sebagai warga negara yang disasar, ataus upaya dapat menciptakan halaman yang mirip dengan media setempat. 

Ditambahkannya, langkah penangguhan juga dilakukan terhadap operasi terpisah yang berasal dari Uni Emirat Arab dan Mesir. Meski demikian, Facebook tidak menyebut bahwa operasi-operasi itu terkait dengan pemerintah setempat. 

Aksi Facebook mengemuka setelah perusahaan yang didirikan Mark Zuckerberg itu dihujani kritik lantaran tidak berbuat apa-apa terhadap peredaran informasi palsu pada platform-nya.

Apa hal lain yang dikatakan Facebook?

Kepala kebijakan keamanan siber Facebook, Nathaniel Gleicher, menjelaskan bagaimana akun-akun Saudi diduga beroperasi.

“Admin halaman dan pemilik akun biasanya mengunggah berita regional dan isu-isu politik dalam bahasa Arab, termasuk topik seperti Putra Mahkota Mohammad bin Salman, rencana reformasi ekonomi-sosial dalam ‘Vision 2030’, serta kesuksesan pasukan Saudi, khususnya dalam konflik di Yaman,” paparnya.

Dia menambahkan, “Mereka juga sering membagikan kritik terhadap negara-negara tetangga, termasuk Iran, Qatar, dan Turki. Lantas mempertanyakan kredibilitas jaringan berita Al-Jazeera dan Amnesty International.

“Meski orang-orang di balik aktivitas ini berupaya menyembunyikan identitas merekam, tinjauan kami menemukan hubungan dengan individu-individu yang terkait dengan pemerintah Arab Saudi,” jelasnya.

Sebelum ditutup Facebook, sebanyak 1,4 juta orang melanggan akun dan halaman itu.

Facebook mengatakan kampanye propaganda itu menghabiskan US$108.000 (Rp1,5 miliar) untuk mengiklan.*

Sumber: BBC.co.uk

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Ketua DPR Aceh Zulfadhli hadiri peringatan HUT ke-24 Kabupaten Nagan Raya

POPULARITAS.COM – Ketua DPR Aceh Zulfadhli, Minggu 19 Juli 2026 malam, hadiri...

InternasionalNews

Andy Burnham Resmi Jadi Perdana Menteri Inggris Usai Bertemu Raja Charles

POPULARITAS.COM – Andy Burnham resmi menjadi Perdana Menteri Inggris pada Senin 20...

NewsSosial dan Budaya

13 Nama Jalan di Aceh Barat Daya Segera Berganti

  POPULARITAS.COM –  Sebanyak 13 nama ruas jalan di Aceh Barat Daya...

InternasionalNews

Sosok Perempuan Indonesia Dibalik Panggung Megah Penutupan Piala Dunia 2026

POPULARITAS.COM – Momen penutupan (closing ceremony) Piala Dunia 2026 di New York-New Jersey, Senin...

Exit mobile version