POPULARITAS.COM – Memperingati Milad Universitas Syiah Kuala (USK) Ke-65, Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (FH USK) mrngajak para siswa SMAN 1 Suka Makmur Kabupaten Aceh Besar untuk Sadar Demokrasi: Mengenal Pemilu, Negara, dan Kepemimpinan.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Prof. Dr. Zahratul Idami, S.H., M.Hum, mengatakan, bentuk kegiatan pengabdian masyarakat tersebut dilaksanakan sebagai upaya sosialisasi kepada generasi muda yang nanti akan menjadi pemilih pemula pada pemilu yang akan datang.
Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut dihadiri oleh Dekan Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (FH USK) yaitu Prof. Dr. Zahratul Idami, S.H., M.Hum dan juga dihadiri Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Suka Makmur, Kabupaten Aceh Besar, yaitu Khairul Zami, S.Pd., M.Pd.
Zahratul Idami, menyatakan bahwasanya Peserta didik diharapkan memahami bahwa demokrasi bukan sekadar kegiatan memilih pemimpin dalam pemilu, tetapi juga mencakup penghormatan terhadap hak dan kebebasan orang lain, kesetaraan, musyawarah, tanggung jawab, serta kepatuhan terhadap hukum.
“Pembelajaran ini diharapkan mampu membentuk generasi muda yang melek demokrasi, kritis terhadap informasi, menghargai perbedaan, memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara, serta memiliki karakter kepemimpinan yang berintegritas.”, harap Zahratul Idami.
Lebih lanjut, Zahratul Idami menyebutkan para siswa diharapkan menjadi generasi yang tidak hanya menggunakan hak politiknya ketika telah menjadi pemilih, tetapi juga sejak di bangku sekolah telah membiasakan diri berpikir kritis, berdialog, bermusyawarah, menghormati perbedaan, dan bertanggung jawab terhadap kepentingan bersama.
Prof. Dr. Husni Jalil, S.H., M.Hum dalam paparan materinya mengatakan bahwasanya peserta didik khususnya yang berada di SMAN 1 Kecamatan Suka Makmur diharapkan mengenal fungsi lembaga-lembaga negara, hubungan antara pemerintah dan masyarakat, serta memahami bahwa negara demokratis membutuhkan partisipasi dan pengawasan masyarakat.
“Peserta didik yang telah atau akan memasuki usia pemilih diharapkan mampu menggunakan hak pilih secara sadar, berdasarkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan, serta tidak mudah dipengaruhi oleh hoaks, politik uang, provokasi, maupun informasi yang menyesatkan.”, himbau Husni Jalil.
Sementara Prof. Dr. Faisal A. Rani, S.H., M. Hum dalam paparan materinya menyatakan bahwasannya di era media sosial, peserta didik diharapkan mampu membedakan fakta, opini, propaganda, dan disinformasi.
“ Mereka perlu membiasakan diri memeriksa sumber informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya, peserta didik diharapkan mampu menerima perbedaan pilihan politik, agama, suku, budaya, maupun pandangan sosial tanpa melakukan penghinaan, perundungan, atau permusuhan. Perbedaan merupakan bagian yang wajar dalam kehidupan demokratis,” katanya.
Pada akhirnya, pembelajaran ini diharapkan mampu membentuk generasi muda yang melek demokrasi, kritis terhadap informasi, menghargai perbedaan, memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara, serta memiliki karakter kepemimpinan yang berintegritas.


Leave a comment