Home News Ganti Oli Mesin Jangan Semprot Angin Kompresor, Ini Efeknya
News

Ganti Oli Mesin Jangan Semprot Angin Kompresor, Ini Efeknya

Share
Ilustrasi. (Foto: liputan6)
Share

(popularitas.com) – Melakukan penggantian oli mesin sepeda motor biasanya dilakukan di bengkel resmi maupun umum. Bahkan tidak jarang mekanik membersihkan sisa oli di dalam ruang jantung pacu menggunakan angin kompresor.

Sehingga, sisa oli yang masih ada di dalam blok mesin bisa keluar lebih maksimal. Tetapi, ternyata kebiasaan menyemprotkan angin tidak disarankan.

Hal ini disebabkan karena angin kompresor ternyata mengandung uap air. Sehingga, saat angin disemprotkan ke dalam mesin justru akan berpotensi meninggalkan air di dalam mesin. Kondisi tersebut akan berpengaruh pada kinerja oli dalam melakukan pelumasan komponen yang ada di dalam mesin.

Kepala Mekanik AHASS Cahaya Sakti Motor, Sragen, Jawa Tengah (Jateng) Joko Purnomo mengatakan, saat melakukan penggantian oli mesin sebaiknya tidak diikuti dengan penyemprotan angin kompresor. Meskipun tujuannya adalah untuk membersihkan sisa oli yang masih ada di dalam mesin.

“Sebaiknya saat mengganti oli tidak perlu disemprot menggunakan kompresor, anginnya itu kan mengandung air. Jadi biarkan saja oli habis dengan sendirinya,” kata Joko, Minggu, 9 Februari 2020. Selain itu, Joko menambahkan, menyemprotkan angin kompresor ke dalam mesin justru akan membuat kotoran di dalam mesin tidak bisa keluar terbawa oli. Melainkan justru menyebar dan bisa berdampak buruk pada komponen di dalam mesin.

“Kalau disemprot nanti kotoran di dalam mesin justru bisa menyebar. Selain itu nanti ada komponen atau part di dalam mesin yang mengalami kekurangan pelumasan,” ucapnya.

Hal ini disebabkan, karena oli yang seharusnya masih menempel pada komponen bisa terdorong keluar semua. Kondisi paling parah komponen yang kekurangan pelumasan bisa menyebabkan terjadinya keausan mesin.

“Seharusnya kan saat mengganti oli ada sisa oli yang masih menempel pada komponen, kalau disemprot itu justru akan ada yang kekurangan pelumas dan bisa menyebabkan keausan,” katanya.

Maka dari itu, Joko pun menyarankan agar saat melakukan penggantian oli sebaiknya dibiarkan hingga beberapa saat sampai oli yang ada di dalam blok mesin habis dengan sendirinya.

Cara tersebut bisa meminimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti adanya uap air yang bercampur dengan oli dan juga keausan komponen di dalam mesin karena oli yang disemprot angin kompresor.

Sumber: Kompas

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Teror Mencekam Makhluk Misterius di Film Korea Hope

POPULARITAS.COM – Sutradara kenamaan asal Korea Selatan Na Hong-jin kembali menghadirkan karya...

News

Optimalisasi Lahan Terdampak Bencana di Pidie Capai 90 Persen

POPULARITAS.COM – Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Kabupaten Pidie menyebutkan realisasi program...

News

Satgas PRR : Cuaca dan Akses Jadi Kendala Penanganan Rehab-Rekon Aceh

POPULARITAS.COM – Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Kemendagri menyatakan...

News

Membaca Tanda Seru di Pesan Perempuan, Makna dan Cara Redam Konflik

POPULARITAS.COM – Penggunaan tanda seru dalam pesan singkat kerap dianggap sekadar ekspresi...

Exit mobile version