Home News Gempa M 7,7 Guncang Laut Sulawesi, 12 Susulan Terjadi Sepanjang Hari
News

Gempa M 7,7 Guncang Laut Sulawesi, 12 Susulan Terjadi Sepanjang Hari

Share
Gempa Sulawesi. Po to : BMKG
Share

POPULARITAS.COM – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Laut Sulawesi pada Senin (8/6/2026) pagi. Guncangan kuat ini langsung diikuti oleh rangkaian gempa susulan yang terjadi berulang kali hingga malam hari.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) langsung mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah di Sulawesi, Maluku Utara, hingga Kalimantan Timur. Status siaga dan waspada juga sempat diberlakukan di banyak daerah pesisir.

Menurut data resmi BMKG, gempa utama terjadi pada pukul 06.37.42 WIB dengan episenter di koordinat 5,69 LU dan 125,05 BT, sekitar 236 kilometer barat laut Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Gempa berada pada kedalaman 105 kilometer.

Setelah gempa utama, wilayah Sulawesi Utara, contohnya Kepulauan Sangihe terus diguncang gempa susulan dengan magnitudo bervariasi antara M 5,2 hingga M 6,0. Seluruh gempa susulan tercatat tidak berpotensi tsunami, namun menunjukkan aktivitas seismik yang masih sangat aktif.

Dikutip dari laman resmi BMKG, berikut rincian gempa susulan yang terjadi hingga pukul 21.52 WIB.

Pukul 07.18.18 WIB (08.18 Wita)
Magnitudo 5,7 dengan kedalaman 10 km 210 km barat laut Kep. Sangihe.

Pukul 07.55.10 WIB (08.55 Wita)
Magnitudo 6,0 dengan kedalaman 10 km 199 km barat laut Kep. Sangihe.

mPukul 08.10.54 WIB (09.10 Wita)
Magnitudo 5,2 dengan kedalaman 151 km 171 km barat laut Kep. Sangihe.

Pukul 11.46.48 WIB (12.46 Wita
Magnitudo 5,8 dengan kedalaman 29 km 125 km barat laut Kep. Sangihe

Pukul 12.11.59 WIB (13.11 Wita)
Magnitudo 5,6 dengan kedalaman 10 km 212 km barat laut Kep. Sangihe

Pukul 13.21.48 WIB (14.21 Wita)
Magnitudo 5,2 dengan kedalaman 10 km 179 km barat laut Kep. Sangihe

Pukul 15.13.36 WIB (16.21 Wita)
Magnitudo 5,2 dengan kedalaman 10 km 226 km barat laut Kep. Sangihe

Pukul 16.16.47 WIB (17.16 Wita)
Magnitudo 5,3 dengan kedalaman 10 km 173 km barat laut Kep. Sangihe

Pukul 16.28.25 WIB (17.28 Wita)
Magnitudo 5,2 dengan kedalaman 10 km174 km barat laut Kep. Sangihe

Pukul 18.22.28 WIB (19.22 Wita)
Magnitudo 5,5 dengan kedalaman 10 km210 km barat laut Kep. Sangihe

Pukul 20.37.50 WIB (21.37 Wita)
Magnitudo 5,2 dengan kedalaman 10 km 195 km barat laut Kep. Sangihe

Pukul 21.52.59 WIB (22.52 Wita)
Magnitudo 5,5 dengan kedalaman 10 km 245 km barat laut Kep. Sangihe

Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Senin (8/6/2026) menyebabkan kerusakan puluhan bangunan di Kampung Matutuang, Kecamatan Kepulauan Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Berdasarkan data sementara yang dirilis Pemerintah Kampung Matutuang, sedikitnya 25 rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat. Selain rumah penduduk, sejumlah fasilitas umum, tempat ibadah, dan sarana pendidikan juga terdampak akibat guncangan gempa.

Sekretaris Kampung Matutuang, Reksan Salur, mengatakan pendataan masih terus dilakukan karena gempa susulan masih terjadi hingga Senin (8/6/2026) malam.

“Ini adalah laporan awal. Mengingat gempa susulan tadi sekitar pukul 19.00 Wita masih terjadi, kemungkinan jumlah kerusakan rumah warga akan bertambah,” ujar Reksan Salur.

Laporan sementara mencatat sebanyak sembilan rumah warga mengalami kerusakan berat akibat gempa. Selain rumah penduduk, kerusakan berat juga terjadi pada Gereja GMIST Jemaat Nazaret Matutuang dan pagar beton kantor desa yang mengalami dampak signifikan akibat guncangan.

Sementara itu, empat rumah lainnya mengalami kerusakan sedang. Sejumlah fasilitas publik yang turut terdampak antara lain Gereja GPSDI Alfa Omega, Masjid Al-Hijrah, mess ASN guru, ruang guru, dan perpustakaan SMP Negeri 6 Satu Atap Matutuang.

Selain kerusakan berat dan sedang, sebanyak 12 rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan ringan. Kerusakan ringan juga ditemukan pada ruang guru SD Negeri Matutuang. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa dampak gempa dirasakan hampir di seluruh area permukiman dan fasilitas pelayanan masyarakat di pulau tersebut.

Pemerintah kampung saat ini masih melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan tingkat kerusakan secara menyeluruh.

Tidak hanya merusak bangunan, gempa juga memicu longsoran batu di kawasan Lindongan I Kampung Matutuang. Peristiwa tersebut menjadi perhatian pemerintah setempat karena berpotensi mengganggu mobilitas warga serta membahayakan masyarakat yang melintas di lokasi terdampak.

Petugas dan aparat terkait terus memantau perkembangan kondisi di lapangan, terutama mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor susulan akibat gempa lanjutan.

Pulau Matutuang merupakan salah satu pulau terluar Indonesia yang berada di wilayah perbatasan Indonesia dan Filipina. Letaknya di kawasan Kepulauan Marore membuat pulau tersebut merasakan guncangan cukup kuat saat gempa terjadi.

Hingga Senin malam, pemerintah daerah bersama instansi terkait masih melakukan inventarisasi dampak gempa di sejumlah kampung di Kecamatan Kepulauan Marore.

Data kerusakan diperkirakan masih akan berkembang seiring proses verifikasi dan pendataan yang terus berlangsung di lapangan.

Berdasarkan data awal Pemerintah Kampung Matutuang, total objek yang terdampak mencapai 31 titik, terdiri dari rumah warga, fasilitas umum, tempat ibadah, sarana pendidikan, hingga area longsoran.

 

Rinciannya meliputi:

9 rumah rusak berat

4 rumah rusak sedang

12 rumah rusak ringan

Gereja GMIST Jemaat Nazaret Matutuang rusak berat

Gereja GPSDI Alfa Omega terdampak

Masjid Al-Hijrah terdampak

Mess ASN guru terdampak

Ruang guru dan perpustakaan SMP Negeri 6 Satap Matutuang terdampak

Ruang guru SD Negeri Matutuang terdampak

Pagar beton kantor desa rusak

Longsoran batu di Lindongan I Kampung Matutuang

 

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
HukumNews

Seorang Anggota Polda Aceh dan Kasat Narkoba Polres Tangsel Ditangkap Bersama 6 Anggotanya, Terkait Kasus Narkoba

POPULARITAS.COM – Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menangkap Kasat Narkoba...

News

Sudaryono Bersih-bersih BGN, 261 Pegawai Diberhentikan

POPULARITAS.COM –  Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono melakukan bersih-bersih terhadap pegawai...

News

Sudaryono Bersih-bersih BGN, 261 Pegawai Diberhentikan

POPULARITAS.COM –  Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono melakukan bersih-bersih terhadap pegawai...

HukumNews

Prabowo Didesak Bentuk Tim Independen Bongkar Dugaan Korupsi Rp35,6 Triliun Febrie Adriansyah

POPULARITAS.COM – Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi (KOSMAK) mendesak Presiden Prabowo Subianto...

Exit mobile version