Home Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Goa Loyang Koro, Jejak Sejarah di Balik Keindahan Dataran Tinggi Gayo
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata AcehFeatureNewsWisata

Goa Loyang Koro, Jejak Sejarah di Balik Keindahan Dataran Tinggi Gayo

Share
Goa Loyang Koro. Poto : Popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM – Kabupaten Aceh Tengah memiliki keindahan alam yang begitu memukau. Ketika berkunjung ke daerah tersebut, banyak sekali spot wisata yang wajib dikunjungi oleh para wisatawan.

Apalagi, di era modern saat ini lokasi wisata di dataran tinggi gayo begitu cepat terekspose oleh orang banyak, tentunya melalui media sosial sehingga membuat orang menjadi penasaran.

Selain keindahan alam dan udaranya yang sejuk, Kabupaten Aceh Tengah juga memiliki spot wisata bersejarah salah satunya Goa Loyang Koro.

Dari catatan sejarah, pada abad ke-18 goa ini pernah dijadikan jalan pintas para pengembala kerbau atau kambing untuk medagangkan ternaknya. Ketika itu perjalanan dimulai dari Goa Loyang Koro, yang terletak di Kampung Toweren Uken, Kecamatan Lut Tawar menuju Goa Loyang Kambing di Kampung Isaq, Kecamatan Linge.

Namun, kedua goa tersebut kini tidak terhubung lagi karena ketika itu adanya pertikaian yang menyebabkan runtuhnya dinding goa, sehingga menjadikan jalan tertutup dan tidak bisa dilalui hingga saat ini.

Kemudian menurut catatan lainnya, Goa Loyang Koro juga dijadikan sebagai tempat persembunyian Sultan Aceh dari kejaran tentara Belanda pada zaman dahulu.

Di balik cerita legendanya, goa ini cukup terkenal di kalangan masyarakat khususnya Takengon, apalagi kini tempat itu menjadi salah satu ikon wisata yang dimiliki Kabupaten Aceh Tengah.

Ketika berwisata ke tempat ini, para pengunjung juga bisa menambah literasi peninggalan sejarah yang ada di tanah Gayo.

Berada di kaki Bur Birah Panyang, jarak tempuh Goa Loyang Koro dari arah timur Kota Takengon hanya sekitar 5 kilometer (km), dengan memakan waktu perjalanan lebih kurang 15 menit.

“Rasanya seperti melangkah ke masa lalu,” kata Jamal salah seorang pengujung, Senin (10/11/2025).

Selain itu, letaknya yang berada di ketinggian sehingga membuat tempat ini cocok dijadikan pilihan untuk berswafoto dengan view menarik dan indah yaitu Danau Lut Tawar.

Akses menuju lokasi wisata Goa Loyang Koro, terbilang mudah, dari arah timur Kota Takengon pengunjung hanya perlu berjalan lurus mengikuti arah jalan baik menggunakan kendaraan roda empat maupun sepeda motor, hingga menemui satu warung berjualan pisang goreng di pinggir jalan.

“Goa Loyang Koro merupakan salah satu destinasi unggulan yang kami dorong untuk terus dikembangkan. Selain memiliki nilai sejarah, keindahan alamnya sangat potensial untuk menarik wisatawan,” kata Kepala Dinas Pariwisata Aceh Tengah, Erwin Pratama.

Erwin menambahkan, Pemkab Aceh Tengah berkomitmen untuk menata kawasan wisata ini agar tetap lestari tanpa mengubah nilai-nilai budaya dan keasliannya.

“Kami ingin wisata yang tumbuh dari masyarakat dan untuk masyarakat. Setiap pengunjung bukan hanya menikmati pemandangan, tapi juga memahami cerita dan nilai yang ada di baliknya,” ujarnya.

Saat memasuki Goa Loyang Koro, pengunjung langsung disambut dengan lorong-lorong yang terdapat di dalam goa. Konon lorong tersebut dapat tembus ke beberapa tempat.

Keindahan lain yang ditawarkan adalah batuan runcing yang tampak hampir di setiap sudut. Di sana juga terdapat patung berbentuk manusia dan hewan.

Saat berada di dalam goa ini, sebagian wisatawan mengaku seperti merasakan sensasi yang berbeda bercampur sensasi mistis, sebab banyak burung walet menjadikan goa tersebut sebagai tempat beristirahat pada malam hari. Serta tetesan-tetesan air dari atap goa yang membuat pengunjung merasa merasa seperti di dalam goa di tengah hutan.

Suasana inilah yang membedakan Goa Loyang Koro dengan goa-goa lainnya yang berada di wilayah Aceh Tengah. Selain sebagai tempat wisata, tempat ini pun digunakan untuk belajar sejarah dan memetik banyak nilai positif yang terdapat di dalam goa.

Memasuki Gao Loyang Koro, pengunjung tidak harus membawa alat bantu penerangan, sebab pengelola sudah menyediakan penerang atau lampu sepanjang 100 meter dari pintu masuk yang digantung di langit-langit goa.

Untuk memasuki area ini, pengunjung akan menghadapi dua pilihan yakni bisa menikmati pemandangan dari luar dan berswafoto, atau ingin merasakan sensasi berpetualang dalam goa bersejarah itu.

Sementara, di setiap ikon pengunjung hanya mengeluarkan uang tiket Rp5.000 untuk dewasa dan anak-anak Rp2.500. Sedangkan memasuki goa untuk anak-anak dan dewasa sama-sama dikenakan biaya Rp5.000.

Di sana para pengunjung tidak hanya bisa menikmati keindahan goa dan hamparan danau, tetapi juga bisa menikmati sensasi serunya mengelilingi Danau Laut Tawar menggunakan speed boat yang sudah disediakan pihak pengelola. Pengunjung hanya merogoh kocek Rp15.000 per orang.

Bagi kamu yang ingin liburan ke Dataran Tinggi Gayo, pastikan Goa Loyang Koro menjadi salah satu destinasi wisata yang wajib kamu kunjungi.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
InternasionalNews

Kebakaran Hotel Tewaskan 21 Orang di India, Mayoritas Warga Asing

POPULARITAS.COM – Kebakaran hebat melanda sebuah hotel di New Delhi pada Rabu...

News

Dolar AS Menguat, Harga Obat Naik hingga 10 Persen

POPULARITAS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali tertekan hingga...

News

Menlu Sugiono Tegaskan Indonesia Harus Gaul dengan Semua Negara

POPULARITAS.COM – Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menegaskan bahwa Indonesia harus terus...

KriminalitasNews

Terduga Pelaku Pencurian Beserta Barang Bukti di Abdya Dicokok Polisi

POPULARITAS.COM – Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Aceh Barat Daya...

Exit mobile version