POPULARITAS.COM – Aktivis kemanusiaan Greta Thunberg dan 11 rekannya, Senin 9 Juni 2025, ditangkap pasukan pertanahan Israel/IDF. Saat ditahan oleh militer negara Yahudi itu, rombongan tengah jalankan misi kemanusiaan dengan warga Gaza.
Greta dan rombongan berlayar dengan kapal Madleen yang dioperasikan Koalisi Armada Kebebasan (Freedom Floatila/FFC). Mereka bawa bantuan internasional dengan menerobos blokade Israel.
Menyikapi situasi itu, Direktur Great Institute Teguh Santosa meminta kepada Presiden RI Prabowo Subianto, untuk menempuh langkah politik longgarkan blokade di Gaza serta bebaskan Greta Cs.
Kata Teguh, solusi dua negara sebagai jalan keluar konflik Palestina dan Israel, saat ini adalah opsi yang paling masuk akal. Karna itu, sudah semestinya Israel dan Amerika Serikat mendukung langkah dan upaya itu.
Memang, sambung Teguh kemudian, berharap besar pada PBB dalam kasus Israel dan Palestina tidak mungkin. Hal itu tercermin dari penggunaan hak veto Amerika Serikat saat pembahasan gencatan senjata di Israel.
Namun demikian, Majelis Umum PBB masih bisa diharapkan untuk menerbitkan resolusi mengecam blokade Israel dan penculikan aktivis kemanusiaan di kapal Madleen.
“Meskipun tidak memiliki kekuatan mengikat secara hukum, Resolusi Majelis Umum PBB dapat mempengaruhi perkembangan hukum internasional di mana resolusi tersebut dapat menjadi cerminan dari nilai-nilai global yang diterima luas,” demikian Teguh.

Leave a comment