Home News HAkA Ajukan Uji Materil UU Cipta Kerja ke MK
News

HAkA Ajukan Uji Materil UU Cipta Kerja ke MK

Share
Share

POPULARITAS.COM – Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA) mengajukan uji materi terhadap Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang cipta kerja (UUCK) ke Mahkamah Konstitusi.

Sekretaris Yayasan HAkA Badrul Irfan di Banda Aceh, Selasa, mengatakan uji materi dilakukan terhadap Pasal 22 Angka 5 UUCK terkait perubahan ketentuan Pasal 26 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup,

“Pasal dalam undang-undang tersebut mengatur ruang partisipasi publik dalam proses pembuatan analisa mengenai dampak lingkungan atau amdal,” kata Badrul Irfan seperti dilansir laman Antara, Selasa (12/10/2021).

Menurut Badrul Irfan, Pasal 22 Angka 5 UUCK mengatur bahwa dalam penyusunan amdal dilakukan dengan melibatkan masyarakat terkena dampak langsung.

Padahal, Pasal 26 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 mengatur penyusunan amdal dilakukan melibatkan masyarakat terkena dampak, pemerhati lingkungan, dan atau terpengaruh atas segala bentuk keputusan dalam proses analisa mengenai dampak lingkungan.

Badrul Irfan mengatakan dihapusnya hak partisipasi pemerhati lingkungan dan atau yang terpengaruh atas segala bentuk keputusan dalam amdal inilah menjadi alasan Yayasan HAkA mengajukan uji materi UUCK.

Badrul Irfan mengatakan pelibatan masyarakat pada proses amdal yang hanya terbatas pada masyarakat terdampak langsung dari suatu pembangunan dikhawatirkan akan menurunkan kualitas dokumen yang seharusnya disusun secara kritis.

Selain itu, pembatasan partisipasi ini juga menyebabkan pemerhati lingkungan ataupun masyarakat lainnya kehilangan hak memperjuangkan atau mempertahankan haknya terhadap lingkungan yang baik dan sehat sebagaimana dijamin oleh Konstitusi.

“Lingkungan yang baik dan sehat itu adalah hak kontitusional yang dijamin oleh konstitusi, dihapusnya hak partisipasi pemerhati lingkungan pada proses amdal telah menyebabkan hilangnya hak konstitusional kami selaku lembaga pemerhati lingkungan,” kata Badrul Irfan.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Dampingi Kapolri Di Pidie, Wagub Aceh Fadhlullah Apresiasi Pengungkapan Lab Sabu

POPULARITAS.COM – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah,  atau yang akrab disapa Dek Fadh,...

EkonomiNews

Pj. Sekda Aceh Hadiri Pembukaan Meuseuraya Festival 2026

POPULARITAS.COM — Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Aceh, Taufik, menghadiri pembukaan Meuseuraya Festival...

News

Dari Penggerebekan di Ruko Pidie, Petugas Gabungan Amankan Sebelas Orang Beserta 1,2 Ton Sabu Cair

POPULARITAS.COM – Petugas gabungan menangkap sebelas orang dan menyita 1,2 ton sabu...

EkonomiNews

BI Catat Uang Beredar Naik 8,3 Persen Jadi Rp 10.587 Triliun

POPULARITAS.COM – Bank Indonesia (BI) mencatat uang beredar dalam arti luas (M2)...

Exit mobile version