Home Ekonomi Harga Cabai Rawit Picu Inflasi Januari 2021
EkonomiNews

Harga Cabai Rawit Picu Inflasi Januari 2021

Share
Ilustrasi inflasi. Foto: KRjokja
Share

POPULARITAS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami kenaikan harga inflasi sebesar 0,26 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) pada Januari 2021.

Inflasi ini lebih besar dibanding Januari 2020 yang 0,19 persen. Namun, itu lebih rendah dari pada Desember 2020 yang 0,45 persen. Inflasi secara tahunan (year-on-year/yoy) tercatat sebesar 1,55 persen.

“Memasuki 2021, dampak covid-19 rupanya belum reda, masih membayangi perekonomian Indonesia, dan berpengaruh ke lemahnya permintaan,” ucap Kepala BPS Suhariyanto saat rilis inflasi periode Januari 2021 secara virtual, Senin (1/2).

Suhariyanto mengatakan inflasi utamanya disumbang oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,81 persen dengan andil 0,21 persen.

“Inflasi makanan, minuman, dan tembakau dipicu oleh kenaikan harga cabai rawit dengan andil 0,08 persen, ikan segar andil 0,04 persen, tempe andil 0,03 persen, tahu mentah 0,02 persen,” jelasnya.

Kenaikan harga cabai terjadi di 87 kota dengan yang tertinggi di Kupang. Sementara kenaikan harga tempe terjadi karena kedelai yang mahal.

Komoditas yang memberi sumbangan deflasi alias penurunan harga adalah telur ayam ras dan bawang merah.

Kelompok lain, pakaian dan alas kaki inflasi 0,11 persen dengan andil 0,01 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga inflasi 0,03 persen dengan andil 0,01 persen.

Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga inflasi 0,15 persen dan andil 0,01 persen. Kelompok kesehatan inflasi 0,19 persen dan andil 0,01 persen.

Kelompok informasi, komunikasi, jasa keuangan inflasi 0,04 persen dengan andil nol persen. Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya inflasi 0,05 persen dengan andil nol persen.
Kelompok pendidikan inflasi 0,04 persen dengan andil nol persen.

Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran inflasi 0,33 persen dengan andil 0,03 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya inflasi 0,23 persen dengan andil 0,02 persen.

Deflasi terjadi hanya di kelompok transportasi karena penurunan tarif angkutan udara.

“Ini memberikan andil 0,06 persen, ini terjadi karena masa liburan akhir tahun telah berlalu dan banyak maskapai turunkan harga tiket di 45 kota, khususnya di Tarakan 33 persen dan Banjarmasin 25 persen,” terangnya.

Sumber: CNN

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
HeadlineNewsSepakbola

Torres Antar Spanyol Juara Dunia 2026

POPULARITAS.COM – Kesabaran, disiplin, dan kecerdasan taktik akhirnya membawa Spanyol kembali ke...

InternasionalNews

AS Cabut Larangan TikTok di Perangkat Pemerintah setelah Restrukturisasi

POPULARITAS.COM – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) menyatakan, aturan yang mewajibkan penghapusan...

EkonomiNews

Bertemu Menlu Wang Yi, Menko Airlangga Dorong Kemitraan Strategis hingga Investasi Hijau

POPULARITAS.COM – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto menggelar pertemuan...

InsfrastrukturNews

Pemerintah Aceh Percepat Kegiatan Tambahan TKD Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi

POPULARITAS.COM – Pemerintah Aceh terus mempercepat pelaksanaan kegiatan Tambahan Transfer ke Daerah...

Exit mobile version