Home Ekonomi Harga Gabah Petani di Abdya Masih di Atas HPP
EkonomiNews

Harga Gabah Petani di Abdya Masih di Atas HPP

Share
Semasa bencana, Bulog serap 6.547 ton gabah petani di Aceh
Iustrasi. FOTO : sindonenews)
Share

POPULARITAS.COM – Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Akmal Ibrahim menyatakan harga gabah kering panen (GKP) di daerahnya masih berada di atas rata-rata harga pembelian pemerintah (HPP), meski terjadinya penurunan dari Rp5.000 menjadi Rp4.200/kg sejak beberapa waktu lalu.

“Berbicara harga gabah, Abdya sebetulnya lebih baik. Di pulau Jawa harga gabah saat musim panen kadang melorot jauh di bawah Rp4.000/kg. Tapi di Abdya saya kira tidak pernah demikian,” katanya seperti dilansir laman Antara, Senin (15/2/2021).

Artinya, menurut Akmal, harga gabah di Kabupaten Abdya masih jauh lebih baik jika dibandingkan harga gabah di negara Thailand dan Vietnam.

“Harga gabah mereka jauh di bawah kita, bahkan dengan kualitas lebih bagus. Di dua negara itu, harga gabah paling mahal Rp3.000/kg, dan malah sering lebih murah lagi,” kata mantan wartawan itu.

Ia menilai murahnya harga gabah di kedua negara tersebut, membuat  petani disana sering melakukan ekspor ke Indonesia meskipun ongkos pengakutan dari Vietnam dan Thailand mahal.

“Mereka bisa jual beras lebih murah dari kita. Jadi, kenapa murah, sebab mereka bekerja keras dan efisien. Bahkan mereka menanam padi tiga sampai empat kali setahun,” katanya.

Kalau kita dua kali setahun saja berat. Ada saja alasannya, belum nampak bulan lah, banyak kenduri lah. Pokoknya ada banyak alasan pembenaran supaya masyarakat malas bekerja, kata Akmal lagi.

Penyataan itu diutarakan Akmal menanggapi wacana DPRK Abdya untuk membuat qanun perlindungan dan pemberdayaan petani, sekaligus terkait merosotnya harga gabah tingkat petani dari Rp5.000 turun menjadi Rp4.200/kg di daerah itu sejak sepekan terakhir.

Menurut keterangan sejumlah petani, turunnya harga gabah pada musim panen gadu di daerah mereka disebabkan minimnya pedagang luar Aceh yang membeli gabah di Abdya karena tengah pandemi COVID-19

“Panen lalu, harga gabah mahal mungkin karena banyaknya pedagang luar masuk ke Abdya. Panen kali ini mereka enggak masuk, maka harganya murah,”kata Yusup, petani asal Kecamatan Tangan-Tangan.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
EdukasiNews

Arab Saudi Siapkan 1.000 Beasiswa untuk Mahasiswa Indonesia 2026-2027

POPULARITAS.COM – Pemerintah Arab Saudi menyiapkan 1.000 kuota beasiswa bagi mahasiswa Indonesia...

Ekonomi

BYD bangun pabrik di Subang Jawa Barat, targetkan produksi mobil listrik 150 unit per tahun

POPULARITAS.COM – Pabrikan mobil asal Tiongkok, BYD bangun pabrik Kawasan Industri Subang...

InternasionalNews

Korea Selatan Mulai Bersiap Kirim Pasukan ke Selat Hormuz

POPULARITAS.COM – Militer Korea Selatan tengah melakukan persiapan untuk mengerahkan pasukan ke...

News

Tiga Bahasa di Pulau Simeulue jadi Warisan Budaya Nasional

POPULARITAS.COM – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, menyatakan Kementerian...

Exit mobile version