POPULARITAS.COM – Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter mulai Rabu (10/6/2026) dipastikan sejumlah warga akan meningkatkan pengeluaran bahan bakar mereka, terutama yang mengandalkan BBM non-subsidi untuk aktivitas sehari-hari.
Seorang warga Banda Aceh, pengendara mobil, Heri (52), mengaku terkejut dengan kenaikan harga Pertamax yang dinilainya cukup besar. “Terkejutjga lah ya, soalnya naiknya lumayann tinggi,” kata dia saat ditemui di kawasan Teuku Umar, pada Rabu (10/6/2026).
Ia mengaku khawatir pengeluaran rutinnya akan bertambah karena bahan bakar merupakan kebutuhan harian. Ditambah kenaikan kenaikan harga BBM terjadi di tengah kondisi ekonomi yang ia nilai belum membaik.
“Parah, takut juga karena ekonomi juga lagi turun terus salah satu penunjang hidup itu kendaraan dan BBM udah naik. Berarti pengeluarannya lebih tinggi lagi sedangkan pendapatan masih sama juga,” ujarnya.
Sebelum kenaikan harga, Heri menganggarkan biaya BBM sekitar Rp500.000 hingga Rp600.000 per bulan. Dengan harga baru Pertamax, ia memperkirakan pengeluarannya untuk bahan bakar dapat meningkat hingga mendekati Rp800.000 per bulan.
Kekhawatiran serupa disampaikan Mala (48), warga Banda Aceh lainnya Ia mengaku kenaikan harga Pertamax akan berdampak signifikan terhadap biaya transportasi yang harus dikeluarkannya setiap bulan.
“Susah ya, bagi pengguna kendaraan pribadi untuk sehari-hari kaya saya buat berangkat kerja. Jujur sangat kaget ternyata naiknya segitu,” ujarnya.
“ Jadi berpikir ganti Pertalite atau gak, karena takut kendaraan motornya justru rusak jika diisi bahan bakar yang tidak sesuai. “katanya.
Ia menambahkan, seharusnya pemerintaah mempertimbangkan kondisi ekonomi yang sedang dihadapi warga sebelum membuat kebijakan kenaikan harga Pertamax.
“Sebagai rakyat biasa pastinya udah pasrah aja, dipaksa untuk menghargai kebijakan yang bikin sulit,” ujar Mala.

Leave a comment