POPULARITAS.COM – Kinerja Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) tahun 2025, peroleh predikat memuaskan. Hal tersebut didasarkan pada Laporan Ketua Komisi Pengawas Ariana Soemanto yang disampaikan kepada Kementrian ESDM RI di Jakarta.
Melalui laporan tertulisnya yang diterima popularitas.com, Ariana Soemanto menyampaikan bahwa, pihaknya telah melakukan evaluasi atas akuntabilitas BPMA tahun 2025, sebagai bentuk penilaian atas tugas-tugas pengelolaan lembaga itu dalam menjalankan peran, tugas pokok dan fungsinya sebagai regulator dan pengawas kegiatan eksplorasi dan eksploitasi kegiatan hulu migas di Aceh.
Di tengah isu global dan ketidakpastian pasar energi dan tekanan dekarbonisasi, BPMA mampu bertransformasi dan adaptif menjaga ketahanan energi nasional. “Ada situasi global soal harga komoditas. Tapi BPMA cepat bertransformasi menciptakan nilai strategis berkelanjutan dalam tumbuh kembang industri hulu migas di Aceh,” katanya dinukil dalam laporan tersebut.
Selain itu juga, sambungnya lagi, bicara kinerja organisasi, dari evaluasi yang dilakukan pihaknya, BPMA dibawah kepemimpinan Nasri Djalal, mencapai kinerja sangat istimewa. Nilai prosentase 112,34 persen. “Kinerjanya bagus sekali, istimewa,” jelasnya kemudian.
Predikat istimewa dalam hal kinerja organisasi itu, juga dibarengi dengan realisasi anggaran 99,74 persen. Dengan hal itu, terjadi efisiensi 12,6 persen, sambungnya kemudian.
Kemudian, lanjutnya lagi, hasil evaluasi atas akuntabilitas oleh IRAT IV Kementrian ESDM atas BPMA, nilainya sangat memuaskan, yakni 82,3 persen.
“Jadi, hasil kinerja akuntabilitas 2025 semasa kepemimpinan Nasri naik 5,5 persen dibandingkan periode sebelum, yakni 78,05 persen,” imbuhnya.
Berdasarkan evaluasi itu, pihaknya menilai bahwa, BPMA yang saat ini dipimpin oleh Nasri Djalal, telah melakukan banyak perubahan positif dan sekaligus bertransformasi, tidak hanya sekedar regulator tapi menjadi entitas strategis nasional yang tangguh, demikian Ariana Soemanto.

Leave a comment