Home News Hoaks masih jadi tantangan vaksinasi di daerah pedalaman
News

Hoaks masih jadi tantangan vaksinasi di daerah pedalaman

Share
Tangkapan layar Plt. Kadiskominfo Sulbar Mustari Mula (kiri atas) dan Ketua PPNI Harif Fadhillah (kanan atas) dalam diskusi virtual, dipantau dari Jakarta, Rabu (24/11/2021) . ANTARA/Prisca Triferna
Share

POPULARITAS.COM – Pemberian vaksinasi di daerah pedalaman di Sulawesi Barat masih mendapatkan tantangan dengan beredarnya informasi tidak benar atau hoaks yang sebagian besar berasal dari media sosial, kata Pelaksana tugas Kelapa Dinas Komunikasi dan Informasi Sulbar Mustari Mula.

Plt. Kadiskominfo Mustari mengatakan saat memulai pemberian vaksinasi di daerah terpencil di Sulbar, sosialisasi informasi tentang pentingnya vaksin COVID-19 terus dilakukan secara intensif.

“Terutama awal-awal kita itu menangkal informasi yang hoaks dan ini justru yang banyak tersebar di masyarakat terutama informasi itu tersebar melalui media-media sosial, sebelum informasi yang benar tiba di tengah mereka,” jelas Mustasi dalam diskusi virtual Forum Merdeka Barat 9, seperti dilansir Antara, Rabu (24/11/2021).

Namun, berkat kerja sama berbagai pemangku kepentingan untuk memberikan sosialisasi dan edukasi untuk masyarakat di daerah pedalaman. Hal itu membuat meningkatnya partisipasi program vaksinasi COVID-19 oleh masyarakat pedalaman Sulbar.

Menurut data Kementerian Kesehatan sampai dengan pukul 12.00 WIB pada 24 November 2021, terdapat 494.082 orang yang sudah menerima dosis pertama vaksin COVID-19 di Sulbar dan 268.197 orang yang telah menjalani penyuntikan vaksin kedua. Target vaksinasi untuk provinsi Sulbar adalah 1.089.240 orang.

Terkait pemberian vaksin di daerah terpencil di Sulbar, Mustari mengatakan alat transportasi alternatif dipakai untuk membawa vaksin dan tenaga kesehatan seperti penggunaan kuda dan jenis motor yang bisa melalui berbagai medan.

Tantangan akses itu juga diakui oleh Harif Fadhillah, yang menjabat sebagai Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Menurut Harif, tenaga kesehatan menggunakan berbagai moda transportasi untuk menjangkau wilayah terpencil seperti perahu untuk daerah kepulauan.

Tidak hanya isu akses, pemahaman sebelum dilakukan vaksinasi juga penting dilakukan sebelum memberikan vaksin COVID-19 di daerah-daerah pedalaman.

“Tantangan utama dalam vaksinasi ini adalah tentang sejauh mana pemahaman masyarakat dapat menerima vaksin dengan baik. Karena itu edukasi masyarakat bukan sekedar memberikan informasi tapi informasi itu akan dapat diinternalisasi kemudian dipahami dan untuk segera diikuti,” kata Harif.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
EkonomiNews

Pengelolaan Gas Andaman Didorong di Daratan Aceh, PR Hilirisasi Menanti

POPULARITAS.COM – Polemik pengelolaan gas di Wilayah Kerja South Andaman oleh Mubadala...

News

Terjebak di Area Bekas Karhutla, 2 Orang Utan di Sampit Dievakuasi

POPULARITAS.COM – Dua orang utan berhasil diselamatkan tim gabungan Balai Konservasi Sumber...

News

Gubernur Muzakir Manaf dan Ketua DPR Aceh rapat koordinasi bahas potensi bencana hidrometeorologi

POPULARITAS.COM – Ketua DPR Aceh Zulfadhli hadiri rapat koordinasi bersama Gubernur Aceh...

News

Wagub Aceh Minta Kabupaten/Kota Perkuat Koordinasi dengan BWS dan BPJN

POPULARITAS.COM — Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) meminta pemerintah kabupaten/kota memperkuat...

Exit mobile version