POPULARITAS.COM – Sebuah unggahan di media sosial Instagram menyebutkan akan ada fenomena hujan meteor di langit Indonesia pada akhir Juli 2026.
Hujan meteor tersebut bernama Southern Delta Aquariid dan Alpha Capricornid. Disebutkan dua hujan meteor itu akan terlihat di langit Indonesia pada Kamis-Jumat, 30-31 Juli 2026.
“Siap-siap begadang! Akhir Juli ini langit Indonesia bakal dihiasi fenomena langka: Duet Hujan Meteor sekaligus! Tanggal 30 dan 31 Juli 2026 nanti, dua hujan meteor—Southern Delta Aquariid dan Alpha Capricornid—akan mencapai puncaknya secara bersamaan!” demikian kutipan dari unggahan akun Instagram @cla********** .
Fenomena hujan meteor memang menjadi salah satu fenomena antariksa yang menarik untuk diamati. Hal itu disebabkan fenomena tersebut tidak sering terjadi.
Lantas, benarkah akan ada hujan meteor Southern Delta Aquariid dan Alpha Capricornid di langit Indonesia pada akhir Juli nanti?
Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin membenarkan bahwa hujan meteor Southern Delta Aquariids dan Alpha Capricornids akan mencapai puncaknya pada 30-31 Juli 2026.
“Ya, puncaknya sekitar 30-31 Juli,” kata Thomas melansir Kompas.om, Senin (27/7/2026). Meski demikian, Thomas mengingatkan bahwa keberadaan Bulan yang mendekati fase purnama berpotensi mengurangi jumlah meteor yang tampak di langit.
“Adanya Bulan menjelang purnama bisa mengganggu ketampakan meteor,” ujarnya.
Thomas menjelaskan, Southern Delta Aquariids merupakan hujan meteor yang titik pancarnya berada di rasi bintang Aquarius, tepatnya di sekitar bintang Delta Aquarii.
Sementara itu, Alpha Capricornids merupakan hujan meteor yang tampak berasal dari rasi bintang Capricornus, di sekitar bintang Alpha Capricorni.
“Hujan meteor Delta Aquarids Selatan adalah hujan meteor dengan titik pancar dari rasi Aquarius sekitar bintang Delta Aquarii.
Hujan meteor Alpha Capricornids adalah hujan meteor yang titik pancarnya di rasi Capricornus, sekitar bintang Alpha Capricorni,” jelas Thomas.
Meski titik pancarnya tampak berasal dari rasi bintang tertentu, meteor sebenarnya merupakan serpihan debu antariksa yang memasuki atmosfer Bumi dan terbakar sehingga terlihat sebagai garis cahaya di langit.
Thomas mengatakan, kedua hujan meteor tersebut dapat diamati dari wilayah Indonesia apabila kondisi cuaca mendukung. Menurut dia, waktu terbaik untuk mengamati fenomena tersebut adalah setelah tengah malam dengan menghadap ke arah langit selatan.
“Bisa diamati di Indonesia di arah langit selatan sesudah tengah malam,” kata Thomas.
Agar peluang melihat meteor lebih besar, masyarakat disarankan mengamati dari lokasi yang minim polusi cahaya, seperti daerah pegunungan atau kawasan yang jauh dari lampu perkotaan.
Namun, karena cahaya Bulan menjelang purnama cukup terang, jumlah meteor yang terlihat kemungkinan tidak sebanyak saat kondisi langit benar-benar gelap.

Leave a comment