Home Headline IDI Aceh Catat 60 Orang Paramedis Terinfeksi Covid-19
HeadlineNews

IDI Aceh Catat 60 Orang Paramedis Terinfeksi Covid-19

Share
Empat Kepala Dinas di Bireuen Positif Covid-19
Ilustrasi - Petugas medis dari tim Satgas COVID-19 Kabupaten Simeulue yang membawa dua pasien terkonfirmasi positif menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap saat tiba di RSU Zainal Abidin, Banda Aceh, Aceh, Rabu (13/5/2020). (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)
Share

BANDA ACEH (popularitas.com) – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh mencatat bahwa 60 orang tenaga medis di wilayah Provinsi Aceh dilaporkan telah terkonfirmasi COVID-19.

“Sampai saat ini yang sudah saya catat, hampir 60 orang yang positif tenaga medis perawat maupun dokter. Jumlah itu akan terus bertambah jika pemerintah tidak memperketat sistem penapisan di setiap fasilitas kesehatan. ,” kata Ketua IDI Aceh Safrizal Rahman di Banda Aceh, Selasa (4/7/2020) dilansir Antara.

Dia menyebutkan, selama ini layanan di fasilitas kesehatan terkait COVID-19 dan perlindungan terhadap tenaga medis masih terkesan lemah, sehingga para tenaga medis yang terpapar dan konfirmasi positif makin hari terus bertambah.

Menurut dia, upaya penapisan atau skrining awal di setiap fasilitas kesehatan harus diperketat. Ketika ada pasien masuk maka terdapat prosedur yang jelas dan sejumlah pertanyaan yang disodorkan ke pasien guna melihat seorang pasien itu mengarah ke COVID-19 atau tidak.

“Kalau memang pasien ini mengarah ke COVID-19 maka langsung dipindahkan ke tempat perawatan COVID-19, kalau yang tidak baru boleh masuk ke fasilitas biasa,” ujarnya.

Apabila penapisan tidak ketat, kata Safrizal, maka pasien COVID-19 bisa saja diarahkan ke ruang biasa. Sedangkan di fasilitas biasa petugas akan merawat seperti umumnya, sehingga kalau akhirnya ternyata COVID-19 maka para perawat tersebut juga sangat rawan tertular.

“Dan itu terjadi beberapa sekali dan sering sekali bahkan, lolos pasien masuk ke ruang biasa, ternyata belakangan diketahui COVID-19, sehingga siapa saja berkontak dekat dengan pasien ini harus diperiksa semuanya,” katanya.

Lanjut dia, dari 60 tenaga medis tersebut sekitar 25 orang merupakan dokter, termasuk di dalamnya peserta program dokter spesialis (PPDS), dan selebihnya perawat. Umumnya mereka yang terinfeksi itu tanpa bergejala, cuma membutuhkan isolasi mandiri yang diawasi ketat agar tidak menularkan ke orang lain.

“Angka ini fluktuatif ya, akan terus meningkat, karena memang pemeriksaan kita kadang-kadang butuh waktu sedikit lama, mereka diperiksa dan mereka harus diisolasi sementara menunggu hasil swab. Karena kalau mereka bekerja takutnya hasil positif, maka sudah banyak lagi yang harus ditracing,” katanya.

Ada beberapa orang (bergejala) dan satu orang dokter sekarang di respiratory intensive care unit (RICU) harus diberikan alat bantu nafas, sangat memprihatinkan, tapi sebagian besar tanpa gejala, katanya, menambahkan.[acl]

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
Headline

Syarat LIVE di TikTok: Hal yang Perlu Diperiksa Sebelum Memulai Siaran

POPULARITAS.COM – Tidak semua pengguna TikTok langsung bisa melakukan siaran langsung. Ada...

News

Wagub Fadhlullah  Minta Pemkab Tuntaskan Pembangunan Huntap pada 2027

POPULARITAS.COM – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, atau akrab disapa Dek Fadh meminta...

News

Jangan Salah, Ini Beda Fungsi Air Purifier dan Humidifier

POPULARITAS.COM – Menjaga kualitas udara di dalam rumah bukan hanya soal membersihkan...

HukumNews

Dirjen Imigrasi Ungkap Modus Penipuan perekrutan WNI Jadi Tentara Bayaran Rusia

POPULARITAS.COM – Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko mengungkap modus penipuan yang merekrut...

Exit mobile version