Home News Imigrasi Tetap Layani Pembuatan Paspor untuk Calon Jamaah Haji
News

Imigrasi Tetap Layani Pembuatan Paspor untuk Calon Jamaah Haji

Share
Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh menyatakan tetap melayani pembuatan paspor calon haji kendati saat ini sedang ada pembatasan aktivitas akibat pandemi Virus Corona jenis baru atau COVID-19.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh Azwar Anas. Antara Aceh/M Haris SA
Share

BANDA ACEH (popularitas.com) – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh menyatakan tetap melayani pembuatan paspor calon haji kendati saat ini sedang ada pembatasan aktivitas akibat pandemi Virus Corona jenis baru atau COVID-19.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Banda Aceh Azwar Anas di Banda Aceh, mengatakan dalam sehari ada dua hingga lima calon haji dilayani pembuatan paspor.

“Sebagian besar calon haji yang dilayani untuk pembuatan paspor berasal dari Pidie. Jadi, kami tetap melayani masyarakat, tentunya dengan catatan, seperti calon haji,” kata Azwar Anas, Senin (11/5/2020) dilansir Antara.

Kendati pelayanan imigrasi tetap diberikan, namun kata Azwar Anas, permintaan pembuatan paspor harus mengacu kepada Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI selama pandemi COVID-19.

Dalam peraturan tersebut, pembuatan paspor hanya diberikan orang sakit yang didukung dengan rekomendasi dokter. Serta dalam rangka kedinasan yang disertai surat dari pimpinan bersangkutan.

“Di luar itu, pembuatan paspor tidak dilayani hingga kondisi pandemi COVID-19 dinyatakan berakhir. Artinya, pada prinsipnya pelayanan imigrasi tetap berjalan, tetapi dengan catatan dan persyaratan yang ditentukan,” kata Azwar Anas.

Terkait izin tinggal selama pandemi COVID-19, kata Azwar Anas, warga negara asing (WNA) yang izin tinggalnya berakhir, otomatis diperpanjang. Jadi, WNA tidak perlu khawatir over stay atau kelebihan tinggal.

Menyangkut dengan kedatangan orang asing, Azwar Anas menyebutkan mereka tidak serta-merta ditolak. WNA bisa diizinkan masuk sepanjang memenuhi protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Serta mereka bersedia dikarantina selama 14 hari.

“Kalau untuk Aceh, tidak ada lagi kedatangan WNA. Sebab, sebelum peraturan menteri diterbitkan, penerbangan internasional dari dan ke Aceh dihentikan karena pandemi COVID-19,” kata Azwar Anas.[acl]

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
HeadlineNewsSepakbola

Torres Antar Spanyol Juara Dunia 2026

POPULARITAS.COM – Kesabaran, disiplin, dan kecerdasan taktik akhirnya membawa Spanyol kembali ke...

InternasionalNews

AS Cabut Larangan TikTok di Perangkat Pemerintah setelah Restrukturisasi

POPULARITAS.COM – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) menyatakan, aturan yang mewajibkan penghapusan...

EkonomiNews

Bertemu Menlu Wang Yi, Menko Airlangga Dorong Kemitraan Strategis hingga Investasi Hijau

POPULARITAS.COM – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto menggelar pertemuan...

InsfrastrukturNews

Pemerintah Aceh Percepat Kegiatan Tambahan TKD Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi

POPULARITAS.COM – Pemerintah Aceh terus mempercepat pelaksanaan kegiatan Tambahan Transfer ke Daerah...

Exit mobile version