Home Internasional Indonesia dan China perkuat kerjasama industri kelapa sawit rendah emisi
Internasional

Indonesia dan China perkuat kerjasama industri kelapa sawit rendah emisi

Share
Indonesia dan China perkuat kerjasama industri kelapa sawit rendah emisi
Foto dari udara yang diabadikan menggunakan drone ini menunjukkan pemandangan perkebunan kelapa sawit di Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada 13 Januari 2025. FOTO : Xinhua/Veri Sanovri
Share

POPULARITAS.COM – Industri kelapa sawit rendah emisi, fokus penting bagi pengembangan sektor tersebut ditanah air. Untuk itu, perlu inovasi lewat pemanfaatan teknologi rendah karboh.

Mewujudkan hal itu, Indonesia dan China jalin kerja sama, untuk perkuat bidang pembangunan berkelanjutan guna pengembangan industri kelapa sawit rendah emisi.

Kerja sama itu, dijalin lewat penandatangan kesepakatan antara Chinese Society of Enviromental Sciences (CSES) dan Kementrian Perencaaan Pembangunan Nasional (PPN).

Lewat kemitraan PaMER atau pabrik sawit emisi rendah, nota kesepahaman ditandatangani kedua belah pihak di Jakarta, Selasa 27 Januari 2026.

Kemitraan ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mentransformasi industri kelapa sawit nasional agar sejalan dengan agenda pembangunan hijau dan target penurunan emisi.

“Salah satu aspek utama dari kemitraan ini adalah pengembangan dan penerapan teknologi inovatif rendah emisi, atau yang kami sebut sebagai PaMER (Pabrik Minyak Sawit Emisi Rendah),” kata Sekretaris Kementerian PPN Teni Widuriyanti, dikutip dari laman Xinhuanews, Jumat (30/1/2026)

Teknologi ini tidak hanya menghasilkan minyak pangan bernutrisi tinggi dan produk lain yang ramah lingkungan, tetapi juga berpotensi menurunkan emisi karbon sebesar 79,19 persen dibandingkan dengan teknologi konvensional. 

Dengan demikian, penerapan teknologi PaMER diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri sawit nasional sekaligus membuka peluang pembiayaan pembangunan inovatif melalui mekanisme perdagangan karbon.

Selain pengembangan teknologi, kemitraan ini juga mencakup kajian bersama penyusunan kerangka perdagangan karbon yang komprehensif dan aplikatif bagi sektor kelapa sawit. Kedua institusi akan bekerja sama dalam penyusunan metodologi perhitungan emisi karbon.

Kolaborasi ini juga akan mendorong penguatan kapasitas dan kesejahteraan petani sawit melalui pembentukan koperasi petani serta pelatihan dan pertukaran pengetahuan. Dengan demikian, petani dapat terlibat langsung dalam mekanisme perdagangan karbon dan memperoleh manfaat ekonomi yang berkelanjutan.

Wakil Presiden dan Sekretaris Jenderal CSES Xia Zuyi menyebut kerja sama ini memiliki nilai inovasi dan percontohan yang penting dalam konteks transisi hijau global.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
Internasional

Kalah Pilpres, Flavio Bolsonaro Kabur dari Brazil

POPULARITAS.COM – Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva pada Selasa (27/10)...

InternasionalNews

Pasar Saham Israel Bisa Merosot Tajam jika Netanyahu Terpilih Lagi

POPOULARITAS.COM – Pasar saham Israel berpotensi menghadapi tekanan jika Perdana Menteri Benjamin...

InternasionalNews

Sengketa Hak Asuh Hewan Peliharaan Meningkat di China

POPULARITAS.COM – Sengketa hak asuh hewan peliharaan semakin menjadi perhatian di China,...

Internasional

Nilai ekspor buah tropis dari Indonesia ke Tiongkok capai RP5,94 triliun

POPULARITAS.COM – Data sertifikasi Barantin periode 2025 hingga 2026 yang masih berjalan...

Exit mobile version