Home Ekonomi Industri Kuliner Singapura Makin Terpuruk, Restoran 86 Tahun Tutup
EkonomiNews

Industri Kuliner Singapura Makin Terpuruk, Restoran 86 Tahun Tutup

Share
Era panjang Ka-Soh, rumah makan zi char Kanton berusia 86 tahun di Greenwood Avenue, Singapura segera berakhir. Restoran legendaris yang dahulu sempat dikunjungi bintang-bintang besar Hong Kong, seperti Four Heavenly Kings, akan segera ditutup. Poto : HO
Share

POPULARITAS.COM – Era panjang Ka-Soh, rumah makan zi char Kanton berusia 86 tahun di Greenwood Avenue, Singapura segera berakhir. Restoran legendaris yang dahulu sempat dikunjungi bintang-bintang besar Hong Kong, seperti Four Heavenly Kings, akan segera ditutup,

Cedric Tang, pemilik generasi ketiga, menyebut dirinya merasa kalah. “Kami sudah bekerja keras selama bertahun-tahun, tetapi rasanya sudah cukup,” ujarnya seperti dilansir dari CNA.

Keputusan ini, menurut Tang, “dipaksa” oleh berbagai faktor, terutama kenaikan sewa hingga 30%. Mulai tahun ini, sewa melonjak menjadi sekitar 15.000 dolar Singapura per bulan, naik dari 12.000 dolar Singapura. Artinya, restoran perlu menjual tambahan 300 mangkuk mi sup ikan setiap bulan hanya untuk menutup selisih.

Namun, menaikkan harga bukan pilihan. Demi efisiensi, Tang bahkan turun langsung ke dapur dan mencuci piring, meski penghematan ada batasnya. “Untuk usaha warisan, kami berusaha menjaga harga agar tetap terjangkau bagi pelanggan lama,” jelasnya.

Ka-Soh kini menambah daftar panjang restoran yang gulung tikar di Singapura. Pada Juli lalu saja tercatat 320 penutupan f&b, termasuk Burp Kitchen & Bar. Sementara pada Agustus, sebanyak 360 restoran tutup, termasuk seluruh gerai Prive Group.

Sepanjang tahun lalu, lebih dari 3.000 usaha kuliner gulung tikar atau rata-rata 250 setiap bulan, jumlah tertinggi dalam dua dekade.

“Bahkan yang paling kuat pun tidak bisa bertahan,” kata mantan pemilik restoran Chua Ee Chien, mengingat fakta bahwa dua restoran Michelin Guide Singapore tutup hanya beberapa minggu setelah edisi terbaru dirilis.

Menurut Terence Yow, ketua Singapore Tenants United for Fairness (SGTUFF), mayoritas penyewa melaporkan kenaikan sewa antara 20% hingga 49%. “Ini sesuatu yang belum pernah terjadi dalam 15–20 tahun terakhir,” ujarnya.

Data Departemen Statistik Singapura menunjukkan, pada Juni lalu penjualan restoran turun 5,6% secara tahunan, sedangkan katering dan gerai fast food meningkat. Perubahan perilaku konsumen juga nyata, dari yang dahulu makan di luar 3–4 kali seminggu kini hanya sekali sebulan.

Bagi Tang, dampaknya bukan sekadar finansial. “Saya sudah mengenal staf saya lebih dari 20 tahun, dan kehilangan hubungan itu bukan hal mudah,” tuturnya.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
EdukasiNews

Terima Audiensi LLDIKTI, Wagub Fadhlullah Dorong Penguatan SDM dan Kolaborasi dengan PTS

POPULARITAS.COM – Pemerintah Aceh menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM merupakan kunci kemajuan...

News

Pascamutasi, Dinas “Basah” di Pidie Masih Lowong Pimpinan

POPULARITAS.COM – Bupati Pidie, Sarjani Abdullah, merombak 45  pejabat tingkat eselon II,...

News

Ketua DPR Aceh Zulfadhli hadiri peringatan HUT ke-24 Kabupaten Nagan Raya

POPULARITAS.COM – Ketua DPR Aceh Zulfadhli, Minggu 19 Juli 2026 malam, hadiri...

InternasionalNews

Andy Burnham Resmi Jadi Perdana Menteri Inggris Usai Bertemu Raja Charles

POPULARITAS.COM – Andy Burnham resmi menjadi Perdana Menteri Inggris pada Senin 20...

Exit mobile version