Home News Ini Alasan KONI Aceh Belum Terima Domino sebagai Cabang Olahraga
NewsOlahraga

Ini Alasan KONI Aceh Belum Terima Domino sebagai Cabang Olahraga

Share
KONI Aceh belum terima Domino sebagai cabor anggota. Foto : HO/MI | popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh menjelaskan alasan belum menerima organisasi olahraga domino sebagai anggota.

Keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari aspirasi masyarakat, keterbatasan anggaran pembinaan, hingga belum masuknya domino sebagai cabang olahraga yang dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON).

Wakil Ketua I KONI Aceh, Teuku Rayuan Sukma, mengatakan salah satu pertimbangan utama adalah masih adanya penolakan dari sejumlah ulama, tokoh agama, dan tokoh masyarakat di Aceh.

“Walaupun secara resmi MUI tidak melarang, secara personal ada sejumlah ulama, tokoh agama, dan tokoh masyarakat yang menyatakan tidak sepakat jika cabang olahraga domino diterima,” kata Rayuan dilansir AJNN, Jumat (10/7/2026).

Menurutnya, permainan domino hingga kini masih memiliki stigma yang lekat dengan praktik perjudian di tengah masyarakat. Meski sejumlah cabang olahraga lain juga berpotensi disalahgunakan, ia menilai tidak ada penolakan masyarakat yang sekuat terhadap domino.

“Domino sudah memiliki stigma seperti itu di tengah masyarakat,” ujarnya.

Rayuan menambahkan, di sejumlah daerah di Aceh masih terdapat aturan yang membatasi bahkan melarang permainan domino, terutama pada malam hari. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan karena berkaitan dengan ketertiban sosial dan kearifan lokal.

Di sisi lain, KONI Aceh juga mempertimbangkan aspek pembinaan olahraga prestasi. Saat ini, KONI Aceh membina 68 cabang olahraga dengan dukungan dana hibah yang terbatas.

Penambahan cabang olahraga baru dikhawatirkan akan memecah alokasi anggaran sehingga pembinaan terhadap cabang olahraga yang sudah ada menjadi kurang optimal.

“Kalau terus menambah cabang olahraga, anggaran pembinaan akan semakin terbagi sehingga tidak optimal bagi cabang-cabang yang sudah ada,” katanya.

Rayuan menjelaskan, domino juga belum menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional. Karena itu, KONI Aceh menilai belum ada dasar yang kuat untuk memasukkan domino ke dalam program pembinaan olahraga prestasi.

“Sementara tugas utama KONI adalah membina olahraga prestasi. Kalau belum ada arah prestasinya, tentu kami harus mempertimbangkannya,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan keputusan tersebut bukan bersifat final. KONI Aceh akan membuka peluang untuk mengevaluasi kebijakan tersebut apabila domino nantinya resmi dipertandingkan di PON dan memiliki potensi menyumbang prestasi bagi Aceh.

“Kami akan melihat dulu bagaimana prestasinya melalui kejuaraan nasional maupun berbagai turnamen. Kalau memang memiliki prospek meraih medali, tentu bisa menjadi pertimbangan,” katanya.

Rayuan mengungkapkan organisasi olahraga domino saat ini telah diterima sebagai anggota KONI Pusat melalui Rapat Kerja Nasional. Namun, dari 38 provinsi di Indonesia, Aceh menjadi satu-satunya daerah yang belum menerima organisasi tersebut sebagai anggota KONI daerah.

Menurutnya, sikap KONI Aceh didasarkan pada kekhususan daerah serta mempertimbangkan aspirasi masyarakat, ulama, dan tokoh agama. Ia mencontohkan, di Aceh Barat pernah diterbitkan kebijakan yang membatasi permainan domino, sementara di sejumlah gampong di Aceh Besar permainan domino pada malam hari saat pesta pernikahan juga telah dilarang demi menjaga ketertiban.

“Artinya, sebagian masyarakat Aceh memang masih belum bisa menerima domino sebagai cabang olahraga,” pungkas Rayuan.

 

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
NewsSosial dan Budaya

Ketum JMSI: Jurnalisme Harus Menempatkan Nilai Kemanusiaan sebagai Fondasi Utama

POPULARITAS.COM – Kemanusiaan harus menjadi fondasi utama dalam praktik jurnalisme. Bagi insan...

HeadlineInsfrastrukturNews

Presiden Prabowo Resmikan Bendungan Krueng Keureuto dan Bendungan Rukoh  Perkuat Ketahanan Pangan di Aceh

POPULARITAS.COM – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan Bendungan Krueng Keureuto di...

InternasionalNews

Hujan Lebat Guyur Korea Selatan, 758 Dievakuasi dan 1 Orang Hilang

POPULARITAS.COM – Hujan lebat yang melanda Korea Selatan pada Jumat (10/7/2026) membuat...

EkonomiNews

Usaha KDMP di Pidie didominasi simpan pinjam

POPULARITAS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha...

Exit mobile version