Home News Ini Oleh-oleh Haji yang Aman Masuk Bagasi Pesawat
News

Ini Oleh-oleh Haji yang Aman Masuk Bagasi Pesawat

Share
Oleh-oleh Haji. Poto : HO
Share

POPULARITAS.COM – Tradisi membawa oleh-oleh seusai menunaikan ibadah haji sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kepulangan jemaah ke Tanah Air. Namun, tidak semua buah tangan dari Arab Saudi bebas dikemas begitu saja ke dalam koper.

Ada aturan ketat yang diberlakukan maskapai penerbangan internasional, yang mengatur apa saja yang boleh dan tidak boleh masuk ke bagasi maupun kabin pesawat.

Jemaah haji Indonesia umumnya mendapat kuota bagasi sebesar 32 kilogram untuk koper bagasi dan 7 kilogram untuk koper kabin. Memahami batasan ini penting agar oleh-oleh yang sudah susah payah dipilih tidak berakhir disita di bandara.

Oleh-oleh yang Aman Dibawa di Bagasi
1. Kurma

Kurma menjadi oleh-oleh paling populer dan nyaris selalu ada di koper jemaah haji. Buah kering ini tidak masuk kategori cairan dan tidak bersifat mudah terbakar, sehingga aman dimasukkan ke bagasi.

Jemaah bisa membawa berbagai jenisnya, mulai dari kurma ajwa yang dikenal sebagai kurma nabi, kurma medjool, hingga kurma sukkari. Pastikan kemasannya tertutup rapat agar tidak remuk atau meluber di dalam koper.

2. Kismis, kacang, dan camilan kering

Selain kurma, berbagai camilan kering khas Arab Saudi seperti kismis, kacang panggang, dan kue maamoul (kue isi kurma atau kacang) juga aman untuk dimasukkan ke bagasi.

Camilan-camilan ini ringan, tahan lama, dan tidak menimbulkan masalah saat pemeriksaan bandara selama dikemas dengan baik.

3. Sajadah dan mukena

Perlengkapan ibadah seperti sajadah dan mukena termasuk buah tangan yang tidak memiliki batasan khusus dari sisi keamanan penerbangan.

Sajadah produksi Arab Saudi dikenal dengan bahan berkualitas dan motif Islami yang khas. Jika membeli sajadah sebagai oleh-oleh, sebaiknya pilih yang ringan dan tidak memakan terlalu banyak ruang di koper.

4. Tasbih

Tasbih mudah ditemukan di Mekah dan Madinah dengan berbagai pilihan bahan, mulai dari plastik hingga batu kristal dan kayu.

Ukurannya yang kecil dan ringan menjadikannya oleh-oleh yang praktis sekaligus bernilai spiritual tinggi. Tidak ada pembatasan dari sisi keamanan penerbangan untuk membawa tasbih.

5. Al-Qur’an dan buku doa

Mushaf Al-Qur’an cetakan Arab Saudi kerap diburu jemaah karena kualitas cetakan dan kertasnya yang berbeda dari yang dijual di Indonesia.

Buku-buku doa berukuran kecil juga sering menjadi pilihan. Barang-barang ini masuk kategori buku dan tidak memiliki batasan khusus dalam aturan bagasi.

6. Siwak

Kayu siwak adalah salah satu oleh-oleh khas yang mudah dijumpai di tanah suci. Selain mudah dibawa, siwak memiliki nilai sunah yang tinggi dan biasa diberikan kepada sanak saudara atau tetangga. Tidak ada pembatasan membawa siwak dalam bagasi.

7. Parfum dan attar dalam kemasan besar

Parfum atau minyak wangi khas Arab Saudi, termasuk attar yang bebas alkohol, boleh dimasukkan ke bagasi tercatat dalam kemasan besar melebihi 100 ml. Aturan pembatasan 100 ml per kemasan hanya berlaku untuk tas kabin.

Di bagasi, parfum berukuran standar bahkan lebih dari 100 ml diperbolehkan asalkan dikemas dengan aman, idealnya dibungkus plastik kedap udara dan dilapisi pakaian atau bahan bantalan agar botol tidak pecah akibat tekanan dan guncangan di ruang kargo.

8. Madu sidr dan produk herbal

Madu Sidr dari Yaman dan habbatussauda (jintan hitam) termasuk produk herbal yang cukup populer sebagai oleh-oleh haji.

Cairan seperti madu boleh masuk ke bagasi tercatat selama dikemas dalam wadah kedap udara dan dilapisi plastik untuk mencegah kebocoran. Jika ingin dibawa ke kabin, madu hanya boleh dalam kemasan maksimal 100 ml per botol.

9. Pakaian khas Arab

Gamis, abaya, shemagh (penutup kepala khas Arab), hingga peci dengan ornamen khas Timur Tengah termasuk oleh-oleh yang tidak memiliki batasan apa pun dari sisi keamanan penerbangan.

Pengemasannya pun mudah, cukup dilipat dan dimasukkan ke dalam koper seperti pakaian biasa.

Meski banyak pilihan yang aman, ada beberapa barang populer yang justru bermasalah jika dibawa sembarangan.

Air zamzam menjadi yang paling penting untuk diperhatikan. Berdasarkan ketentuan otoritas penerbangan sipil Arab Saudi (GACA) yang juga berlaku di seluruh maskapai berangkat dari Arab Saudi, air zamzam dilarang dimasukkan ke dalam koper bagasi maupun kabin oleh jemaah.

Aturan ini diberlakukan karena kebocoran air zamzam di ruang kargo berpotensi merusak sistem kelistrikan pesawat. Jemaah tidak perlu khawatir karena air zamzam akan didistribusikan secara resmi kepada jemaah setibanya di Indonesia melalui mekanisme yang telah ditetapkan pemerintah.

Powerbank dan baterai cadangandilarang masuk ke bagasi tercatat. Barang-barang ini wajib dibawa ke kabin dengan kapasitas maksimal 100 Wh atau sekitar 20.000 mAh.

 

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Berawal dari Kaki, Menjadi Rahasia Tubuh Tetap Nyaman Beraktivitas

POPULARITAS.COM – Sering kali kita lebih fokus merawat kulit wajah, menjaga postur...

KesehatanNews

Tiap Tahun Jutaan Warga RI Berobat ke Luar Negeri, Apa Alasannya?

POPULARITAS.COM – Keputusan masyarakat Indonesia untuk berobat ke luar negeri tidak semata-mata...

News

Hotman Paris Bela Febrie Adriansyah, Anaknya: Lebih Hina dari Hina

POPULARITAS.COM – Putra sulung Hotman Paris Hutapea, Frank Alexander meluapkan rasa kekecewaannya...

NewsSepakbola

Prancis Vs Inggris: Jadwal, Kick-off, dan Siaran Langsung Piala Dunia 2026

POPULARITAS.COM – Perjalanan Timnas Prancis dan Timnas Inggris di Piala Dunia 2026 memang tidak...

Exit mobile version