Home News Edukasi Irwandi : Proyek IPAL di Gampong Pande Kecelakaan Sejarah
EdukasiNews

Irwandi : Proyek IPAL di Gampong Pande Kecelakaan Sejarah

Share
Share

BANDA ACEH – Gubernur Aceh Irwandi Irwandi Yusuf melakukan sidak ke lokasi proyek pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Gampong Pande, Kecamatan Kuta Raja, Kota Banda Aceh.

Ia meminta agar pembangunan dihentikan dan pemindahan itu dilakukan karena telah ditemukan makam raja yang menjadi indatu orang Aceh. Baca : Gampong Tertua Islam di Aceh Terancam ‘Tercemar Tinja’

“Cari tempat lain biar ngak mengganggu. Dan makam yang telah dipindahkan untuk dikembalikan pada tempat semula,” katanya, Sabtu (11/11/2017).

Pembangunan yang telah berlangsung itu, kata Irwandi merupakan kecelakaan sejarah yang tidak disengaja, karena tidak ada seorang pun yang tau bahwa ada kuburan di tempat tersebut.

“Memurut keterangan warga sebelum ditimbun, ini rawa-rawa bakau, dan tidak ada yang tau ada kuburan disini, kapan ketahuan? Ketika digali dan ditimbun untuk proyek IPAL,” ujarnya.

Berdasarkan informasi dari masyarakat, di sekitar lokasi pembangunan saat ini juga masih terdapat banyak kuburan lainnya. Maka dari itu, Irwandi meminta pihak dinas terkait untuk melakukan penelitian dan mencarinya.

Sementara itu, untuk infrastruktur yang sudah dibangun kata Irwandi, akan dialih fungsikan baik itu sebagai situs ataupun wisata sejarah.[acl]

Penulis : Zuhri Noviandi

Share
Tulisan Terkait
News

Sekapur Sirih dr Zaini Abdullah

POPULARITAS.COM – Kecintaannya kepada tanah kelahirannya, membuat pria bersura bariton ini, tak...

News

Abu Doto Berpulang

POPULARITAS.COM – Mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah atau Abu Doto meninggal dunia...

News

Pemerintah Aceh Prihatin atas Insiden di KMP Aceh Hebat 2

‎‎POPULARITAS.COM –  Pemerintah Aceh menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas insiden yang...

HukumNews

Kemenkum Aceh Desak Bener Meriah Bikin Qanun Perlindungan Alpukat hingga Gula Enau

POPULARITAS.COM –  Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Aceh mendesak Pemerintah Kabupaten...

Exit mobile version