Home News Iskandar Usman: Senin Paripurna Tatib DPRA
NewsParlementaria DPR Aceh

Iskandar Usman: Senin Paripurna Tatib DPRA

Share
Ketua Tim Perumus Tatib DPR Aceh, Iskandar Usman Al Farlaky (Istimewa)
Share

BANDA ACEH (popularitas.com) – Ketua Tim Perumus Tatib Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Iskandar Usman Al Farlaky menyebutkan tata tertib yang diajukan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sudah selesai dibahas. Saat ini, pihaknya hanya menunggu jadwal paripurna Tatib DPRA periode 2019-2024.

“Senin insya Allah paripurna. Hasil fasilitasi (dengan Kemendagri) sudah turun,” kata Iskandar menjawab popularitas.com, Sabtu, 28 Desember 2019.

Iskandar menyebutkan dari draft tatib yang diajukan ke Kemendagri hanya terkait keanggotaan fraksi di DPR Aceh berjumlah enam orang. Sementara terkait jumlah komisi tidak mendapat tanggapan.

“Namun, karena fraksi sudah diparipurnakan, tidak mungkin dirombak kembali, maka alternatif yang harus dirasionalkan adalah komisi. Dengan begitu, komisi yang sebelumnya tujuh, maka dikurangi menjadi enam,” kata Iskandar.

Adapun komisi yang dileburkan kata Iskandar adalah Komisi 5. “Perumpunan yang ada di bawah Komisi 5 sebelumnya didistribusikan ke komisi lain yang berkenaan sesuai nomenklatur yang ada,” pungkas Iskandar.* (BNA)

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Amnesty Beri Rapor Merah 2 Tahun Prabowo-Gibran

POPULARITAS.COM – Amnesty International Indonesia memberikan rapor merah terhadap situasi hak asasi...

News

Perbaikan Jembatan Blang Miro-Kumbang Pidie Jaya Ditargetkan Rampung November 2026

POPULARITAS.COM – Pemerintah Pidie Jaya mulai menangani kerusakan oprit dan badan jalan...

EkonomiNews

Misi Dagang Aceh-Jatim Catat Transaksi Rp1,079 Triliun

POPULARITAS.COM  – Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) menyambut baik pelaksanaan misi...

InternasionalNews

Eksekusi Mati Pezina di Tanah Suci, Hubungan Saudi dan Bangladesh Memanas

POPULARITAS.COM –  Hubungan bilateral Bangladesh dan Kerajaan Arab Saudi tengah diuji. Baru-baru...

Exit mobile version