Home News Isu hilangnya bantuan 80 ton untuk Aceh Tengah dan Bener Meriah, ini kata Mualem
News

Isu hilangnya bantuan 80 ton untuk Aceh Tengah dan Bener Meriah, ini kata Mualem

Share
Masa tanggap darurat bencana provinsi di Aceh diperpanjang hingga 8 Januari 2025
Gubernur Aceh Muzakir Manaf. POTO : popularitas.com/Fauzan
Share

POPULARITAS.COM – Gubernur Aceh Muzakir Manaf mengaku bahwa, dirinya telah mendapatkan laporan terkait dengan dugaan hilangnya kemanusiaan sebanyak 80 ton untuk Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Hal itu disampaikan Mualem dalam keteranganya, Kamis 11 Desember 2025 di Aceh Utara. “Iya, saya dengar juga berita dan laporan itu. Berita burung atau kabar tidak valid ada yang sebutkan bantuan 80 ton hilang,” katanya.

Mualem mengatakan secara umum proses penyaluran bantuan dari Bener Meriah menuju Aceh Tengah sudah berjalan maksimal. Namun ia menegaskan bahwa efektivitas penyaluran sangat bergantung pada kondisi lapangan dan ketepatan distribusi kepada warga yang benar-benar membutuhkan.

“Banyak donatur yang sudah menyumbang, tetapi ya seperti itu, tidak tepat kepada sasaran. Jadi kita mohon kepada semua orang di situ, relawan-relawan di situ, agar tepat sasaran lah,” ujarnya.

Mualem juga meminta Bupati Bener Meriah, Tagore Abubakar, memastikan pembagian bantuan dilakukan secara adil dan transparan. 

Menurutnya, Bener Meriah menjadi titik utama penyaluran bantuan karena wilayah itu memiliki akses bandara yang dapat digunakan untuk pengiriman logistik.

“Kita mohon kepada Bapak Tagore, Bupati Bener Meriah, supaya dengan seadil-adilnya membagi sembako. Karena kita tahu bahwa Bener Meriah tempat mereka hantar karena ada bandara yang bisa kita gunakan,” kata Mualem.

Terkait dugaan hilangnya bantuan, Mualem menegaskan pemerintah akan melakukan pengecekan bersama pihak terkait. 

“Saya tidak tahu, kita cek dulu apa betul atau tidak. Yang baru dengar berita burung tidak kita percaya, kan. Nanti bersama-sama, ini ada Pak Pangdam, ada Pak Polisi, apakah betul atau tidak,” ujarnya.

Selain persoalan distribusi, Mualem juga menyoroti krisis bahan bakar minyak (BBM) yang menghambat suplai bantuan ke daerah terdampak. Ia menyebut banyak jalan dan jembatan belum bisa dilalui, sehingga pengiriman logistik kerap tertunda.

“BBM-nya memang terlalu kurang, karena kita melihat belum ada akses jalan dan jembatan yang bisa kita hantar ke sana,” ujarnya.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Ketua DPR Aceh Zulfadhli hadiri peringatan HUT ke-24 Kabupaten Nagan Raya

POPULARITAS.COM – Ketua DPR Aceh Zulfadhli, Minggu 19 Juli 2026 malam, hadiri...

InternasionalNews

Andy Burnham Resmi Jadi Perdana Menteri Inggris Usai Bertemu Raja Charles

POPULARITAS.COM – Andy Burnham resmi menjadi Perdana Menteri Inggris pada Senin 20...

NewsSosial dan Budaya

13 Nama Jalan di Aceh Barat Daya Segera Berganti

  POPULARITAS.COM –  Sebanyak 13 nama ruas jalan di Aceh Barat Daya...

InternasionalNews

Sosok Perempuan Indonesia Dibalik Panggung Megah Penutupan Piala Dunia 2026

POPULARITAS.COM – Momen penutupan (closing ceremony) Piala Dunia 2026 di New York-New Jersey, Senin...

Exit mobile version