POPULARITAS.COM – Utusan khusus Amerika Serikat, Steve Witkoff, menyatakan bahwa Presiden Donald Trump akan memimpin pertemuan penting mengenai Gaza di Gedung Putih pada Rabu (27/8/2025). Washington berharap perang Israel di Palestina dapat diselesaikan sebelum akhir tahun ini.
Secara terpisah, Departemen Luar Negeri AS mengumumkan bahwa Menteri Luar Negeri Marco Rubio akan bertemu dengan Menlu Israel Gideon Saar di Washington pada Rabu. Pertemuan dijadwalkan berlangsung pukul 15.15 waktu setempat atau 02.15 WIB pada Kamis (28/8/2025) dini hari.
Trump sebelumnya berjanji akan segera mengakhiri perang Gaza saat kampanye pemilu AS 2024. Namun, hampir tujuh bulan menjabat, janji itu masih sulit diwujudkan. Pada awal masa jabatannya, sempat terjadi gencatan senjata selama dua bulan, tetapi berakhir setelah serangan Israel pada 18 Maret menewaskan sekitar 400 warga Palestina.
Dalam beberapa pekan terakhir, dunia dikejutkan oleh gambar warga Palestina yang kelaparan, termasuk anak-anak, akibat krisis pangan di Gaza. Kondisi ini semakin memicu kritik internasional terhadap Israel.
Dalam wawancara di program Special Report with Bret Baier di Fox News, Witkoff mengatakan bahwa rencana pascaperang akan dibahas dalam pertemuan di Gedung Putih. “Ya, kami akan mengadakan pertemuan besar besok yang dipimpin langsung oleh Presiden. Ini adalah rencana komprehensif yang akan disusun,” ujarnya, tanpa menyebutkan siapa saja peserta rapat tersebut.
Ketika ditanya apakah Israel akan mengambil langkah berbeda untuk mengakhiri perang dan membebaskan para sandera, Witkoff meyakini masalah ini akan selesai sebelum akhir tahun ini.
Ia juga menyebutkan bahwa Israel terbuka untuk melanjutkan dialog dengan Hamas. Menurutnya, Hamas telah memberi sinyal kesediaan untuk mencapai penyelesaian damai.
Sejak Oktober 2023, serangan militer Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 62.000 warga Palestina, menurut otoritas kesehatan setempat. Konflik ini juga menyebabkan krisis kemanusiaan parah, termasuk kelaparan massal, pengungsian besar-besaran, serta tuduhan dan kejahatan perang terhadap Israel di pengadilan internasional, yang sejauh ini dibantah Israel.

Leave a comment