POPULARITAS.COM – Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Aceh, Arijal, menyebutkan jemaah haji Aceh yang meninggal dunia karena masalah kesehatan di Tanah Suci Makkah, Arab Saudi, bertambah menjadi 19 orang.
“Jemaah haji Aceh meninggal dunia di Makkah kembali bertambah menjadi 19 orang,” kata Arijal kepada media pada Senin malam, (29/6/2026).
Adapun yang meninggal terbaru yakni Mardani Asya Adam (61), asal Bener Meriah. Meninggal di Rumah Sakit King Abdul Aziz Hospital tanggal 29 Juni.
“Beliau diduga meninggal karena sakit ARD5 atau sindrom gangguan pernapasan akut,” jelas Arijal.
Berdasarkan data PPIH Debarkasih Aceh dengan penyebab meninggalnya, rata-rata jemaah haji Aceh didominasi oleh penyakit jantung, gangguan pernapasan, serta komplikasi penyakit penyerta.
Adapun yang meninggal sebelumnya yakni Fatimah Basyah asal Aceh Jaya meninggal akibat septic shock, pneumonia, COPD, dan congestive heart failure (CHF). Kemudian Aisyah Abdullah dari Aceh Timur meninggal karena hipoksia serebral.
Selanjutnya Muhammad Thaib asal Pidie Jaya wafat akibat Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS). Lalu Cut Salmiah dari Pidie meninggal karena cardiogenic shock, sedangkan M Natsir Muhammad Isa asal Pidie Jaya juga meninggal akibat cardiogenic shock.
Berikutnya, Mustafa Ismail dari Banda Aceh wafat karena gagal napas akut (acute respiratory failure), septic shock, pneumonia, pneumotoraks, gagal ginjal akut, dan serangan jantung akut, dengan komorbid hipertensi serta diabetes melitus tipe 2.
Sementara itu, petugas haji Dedeng Trisulo meninggal akibat acute myocardial infarction (serangan jantung akut).
Selanjutnya, Busra Bustamam Jamil asal Aceh Selatan meninggal karena septic shock, gagal napas akut, dan perdarahan saluran cerna. Kemudian Razali Mahmud Ben dari Kota Langsa wafat akibat acute coronary syndrome disertai penyakit jantung iskemik kronis. Lalu Muhammad Yusuf asal Bireuen meninggal karena hypovolaemic shock.
Kemudian, Nurdin Ali dari Pidie meninggal akibat cardiogenic shock yang disertai pneumonia. Lalu, Mahdi Muhammad Sufi asal Aceh Besar wafat karena chronic kidney disease (penyakit ginjal kronis). Selanjutnya Ibrahim bin Abdul Kadir Nuh dari Pidie meninggal akibat cardiogenic shock dan pneumonia, sedangkan Sulasry Abdul Gani asal Bireuen juga meninggal karena cardiogenic shock.
Sementara itu, Aminah Ahmad asal Pidie Jaya meninggal akibat acute decompensated congestive heart failure, Siti Salmijah dari Pidie Jaya karena congestive heart failure, Maimunah Yusuf Ali asal Aceh Tamiang akibat acute decompensated congestive heart failure, dan Nurwaida Muhammad Yusuf dari Bireuen meninggal karena cardiogenic shock.
Arijal juga menyampaikan sampai saat ini terdapat dua jemaah yang masih dirawat yakni, Rapasah Puteh asal Nagan Raya dirawat di RS King Abdul Aziz Hospital dan Abdul Rahman asal Pidie Jaya dirawat di RS King Fahad Hospital.


Leave a comment