POPULARITAS.COM – Banjir bandang yang melanda kawasan Kuala Trong, Bukit Gantang, Negara Bagian Perak, Malaysia, menyebabkan kerusakan parah, termasuk di area permakaman muslim Kampung Toh Johan.
Derasnya arus air menghancurkan sejumlah makam hingga membuat jenazah muncul kembali ke permukaan. Salah satu jenazah yang baru dimakamkan sekitar sebulan lalu bahkan ikut terseret setelah peti kayunya rusak dan tanah makam terkikis.
Anggota DPR Bukit Gantang, Syed Abu Hussin Hafiz Syed Abdul Fasal, membenarkan adanya kerusakan di permakaman tersebut.
“Arus banjir kali ini sangat kuat. Banyak benda yang tersapu, termasuk makam. Di Kuala Trong, bahkan peti jenazah yang berisi jasad pun tergeser, dan jalan-jalan retak,” ujarnya.
Syed Abu Hussin mengatakan, pihaknya akan mengerahkan ekskavator dan peralatan lain guna memperbaiki area permakaman. Langkah awal adalah menimbun kembali tanah yang tergerus.
“Jenazahnya mungkin sudah diambil oleh penduduk desa,” tambahnya. Namun, ia menekankan bahwa proses pemulihan area makam harus dilakukan dengan mempertimbangkan aspek hukum dan syariat Islam.
“Saya tidak bisa memutuskan sendiri karena ada hukum agama yang terlibat. Saya akan membahas masalah ini dengan takmir masjid dan pengelola desa. Pekerjaan tambahan apa pun harus disepakati melalui rapat formal,” jelasnya.
Masih menurut Syed Abu Hussin, banjir kali ini merupakan salah satu yang terparah di wilayah Bukit Gantang dalam beberapa tahun terakhir. Ia yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Dewan Aksi Ketahanan Pangan Nasional (NACCOL) menyebutkan, sebanyak 1.813 warga dari 645 keluarga terdampak. Mereka kini mengungsi di 19 Pusat Evakuasi Sementara (PPS) di Distrik Larut, Matang, dan Selama (LMS), termasuk Bukit Gantang.
Untuk meningkatkan kenyamanan pengungsi, pihaknya berencana memindahkan kelompok rentan, seperti ibu yang baru melahirkan dan lansia dengan penyakit kronis, ke hotel di wilayah Taiping. “Saya akan mengatur pemindahan kelompok-kelompok ini ke hotel agar mereka lebih nyaman, terutama bagi yang baru melahirkan atau sedang sakit di PPS,” kata Syed Abu Hussin. Ia juga mengusulkan agar Kantor Wilayah dan Pertanahan LMS mengizinkan penggunaan Pusat Layanan Parlemen Bukit Gantang sebagai lokasi penampungan tambahan.
Lebih lanjut, Syed Abu Hussin mendesak agar pemerintah MADANI memprioritaskan pembangunan Rencana Tebatan Banjir (RTB) secara menyeluruh di daerah-daerah rawan banjir seperti Bukit Gantang. “Saya harap RTB bisa segera direalisasikan secara terpadu, supaya bencana seperti ini tidak terus berulang,” tutupnya.

Leave a comment