Home Insfrastruktur Jepang dan Malaysia minat investasi migas di Aceh
Insfrastruktur

Jepang dan Malaysia minat investasi migas di Aceh

Share
Jepang dan Malaysia minat investasi migas di Aceh
Kepala BPMA Nasri Djalal. FOTO : HO popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM – Dua perusahaan asing, yakni dari Jepang dan Malaysia, telah nyatakan ketertarikan dan minat untuk berinvestasi di sektor migas di Aceh. Keduanya telah menyampaikan surat resmi kepada Badan Pengelola Migas Aceh.

Hal itu disampaikan oleh Kepala BPMA Nasri Djalal dalam keterangannya, Jumat (3/4/2026) di Banda Aceh. “Iya, sudah ada surat masuk ke kita. Ada dua blok migas yang diminta,” katanya.

Dia menyebutkan, dua blok migas tersebut, yakni Adaman I di lepas Pantai Pidie Jaya dan Bireuen yang sebelumnya merupakan bekas blok Repsol. “Blok ini diminati perusahaan migas asal Jepang,” ujarnya.

Sementara itu, blok bekas Zaratex di Lhokseumawe, telah diminati perusahaan petroleum asal Malaysia. Nantinya, pengelolaannya dilakukan antara PT Energi Hijau Biru dan Barakah Peteroleum asal negeri jiran tersebut.

“Keduanya telah menyampaikan surat minat dan dijadwalkan memaparkan rencana pengelolaan kepada BPMA pada pekan kedua April,” ucapnya.

BPMA juga mencatat capaian penting melalui pengembalian hak pengelolaan bekas Blok South Block A (SBA). Nasri menjelaskan, sebelumnya blok tersebut tidak sempat ditawarkan kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan langsung dijadikan open area.

“Kini sudah kami kembalikan sesuai aturan, dan BUMD sudah menyatakan berminat,” ujarnya

Pengelolaan blok tersebut berpotensi diberikan kepada PT Pembangunan Aceh (PEMA), dengan syarat telah memenuhi ketentuan berupa penawaran kepada BUMD, adanya minat, serta rekomendasi gubernur.

BPMA menargetkan sejumlah blok yang telah diminati investor dapat memasuki tahap penandatanganan kontrak pada ajang Indonesia Petroleum Association Convention 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 20 Mei 2026.

“Insya Allah kita targetkan beberapa blok sudah bisa tanda tangan kontrak di IPA nanti,” kata Nasri.

Nasri juga menjelaskan bahwa pendapatan migas terlebih dahulu masuk sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), sebelum dibagi dengan komposisi 70 persen untuk Aceh dan 30 persen untuk pemerintah pusat.

“Ini investasi jangka panjang. Yang kita bangun hari ini adalah fondasi untuk masa depan Aceh,” pungkasnya.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
Insfrastruktur

Hadir di IPA Convex ke-50, BPMA perkuat kolaborasi pengembangan industri migas di Aceh

POPULARITAS.COM – Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), kembali berpartisipasi pada even bergengsi,...

EkonomiInsfrastrukturNews

Prabowo Janji Bangun 1 Juta Rumah untuk Buruh di May Day 2026

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengumumkan komitmen membangun minimal 1 juta rumah buruh...

Insfrastruktur

Prabowo Pimpin Ratas Percepat Perencanaan Giant Sea Wall di Pantura

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka untuk...

Insfrastruktur

Edi Saputra ditunjuk jadi Plt Kadis PUPR Pidie Jaya

POPULARITAS.COM – Bupati Pidie Jaya tunjuk pelaksana tugas (Plt) pada sejumlan instansi...

Exit mobile version