Home News JK Minta Polisi Serang Balik KKB di Papua, Humas Polri: Harus Diselesaikan Secara Serius
News

JK Minta Polisi Serang Balik KKB di Papua, Humas Polri: Harus Diselesaikan Secara Serius

Share
Brigjen Dedi Prasetyo | Foto: Detik
Share

JAKARTA (popularitas.com) – Polri menanggapi Tim Kemanusiaan Nduga yang menyebut usulan Wapres Jusuf Kalla (JK) agar aparat kemananan melakukan serangan balik ke KKB usai penembakan Briptu Hedar bisa menambah rumit keadaan. Polri memaparkan tiga pendekatan untuk menyelesaikan konflik di Nduga.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan tiga pendekatan tersebut adalah pendekatan preemptive, preventif dan penegakan hukum. Kegiatan preemptive ini dilakukan Tim Satgas Nemangkawi.

“Melakukan edukasi, melakukan pelatihan, pelatihan itu pelatihan bercocok tanam. peternakan kemudian juga melakukan yang lain,” kata Dedi saat dihubungi Rabu, 14 Agustus 2019 malam.

Sedangkan tindakan preventif dilakukan dengan memberikan imbauan kepada masyarakat agar tak terlibat KKB. Patroli kewilayahan juga digencarkan.

“Tindakan preventif kita melakukan penyekatan-penyekatan, patroli-patroli dan imbauan-imbauan kepada masyarakat untuk tidak terlibat dalam kelompok KKB,” ujar dia.

Selain dua pendekatan tersebut, polisi juga tetap melakukan penegakan hukum. Ketiga pendekatan dilakukan secara bersamaan.

“Langkah yang terakhir itu penegakan hukum, penegakan hukum terus kita lakukan. Pengejaran terhadap kelompok KKB itu dalam rangka penegakan hukum. Mereka melakukan perlawanan maka akan dilakukan penegakan hukum secara tegas dan terukur,” tuturnya.

Dedi menjelaskan pihaknya sudah memetakan jaringan KKB di Papua. Menurut dia, KKB saat ini sudah semakin kehilangan kontrol di sejumlah distrik.

“Terus kita laksanakan, dan kita sudah mempunyai mapping siapa-siapa saja yang melakukan di beberapa distrik di Papua, makanya mereka itu resah karena mulai dari beberapa tahun lalu itu mereka mengontrol beberapa distrik tapi setelah Pak Tito jadi Kapolda di sana, kontrol distrik di sana sudah mulai lepas karena diskusi TNI-Polri, karena kontrol mereka lepas, dengan adanya Satgas Nemangkawi merebut simpati masyarakat,” ujarnya.

“Kemudian mereka tidak mampu mengontrol distrik yang sekian lama mereka kontrol, bahkan mereka membangun markas di situ dan markasnya sekarang sudah dihanguskan, mereka lari ke hutan dan ketika lari ke hutan lah mereka melakukan hit and run serangan sporadis terhadap TNI polri yang melaksanakan tugas menjaga distrik,” sambung dia.

Sebelumnya, Tim Kemanusiaan Nduga menilai dialog bisa menjadi menjadi salah satu upaya menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Papua.

“Kalau ada korban saya pikir semua pihak harus duduk dan diskusi kenapa masalah itu terjadi. Saya pikir apa yang terjadi di Nduga dan Ilaga baru-baru kemarin, kalau melakukan penyerangan itu bukan penyelesaian masalah. Itu justru masalah akan tambah rumit, tambah susah dan dunia akan membaca persoalan ini adalah persoalan yang sangat urgent,” kata Koordinator Tim Kemanusiaan Nduga, Theo Hesegem kepada wartawan, di Kantor Amnesty Internasional Indonesia, Jalan Probolinggo, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 14 Agustus 2019.

Dia menilai masalah yang terjadi di Papua harus diselesaikan secara serius. Serangan balik terhadap KKB, kata Theo, bisa menjadi sebuah kekeliruan.

“Apa yang disampaikan Pak Jusuf Kalla terkait serangan balik ini sebenarnya suatu kekeliruan yang dibicarakan Pak Jusuf Kalla. Saya pikir masalah ini harus diselesaikan secara serius,” katanya.*

Sumber: detik.com

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
InternasionalNews

Demo Guru di Meksiko Jelang Piala Dunia: Urusan Kami Lebih Penting dari Sepak Bola

POPULARITAS.COM – Jelang dimulainya Piala Dunia 2026, situasi di ibu kota Meksiko...

News

BMKG: Aceh Masih Berpotensi Dilanda Hujan Lebat hingga Angin Kencang

POPULARITAS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I...

InternasionalNews

Kebakaran Hotel Tewaskan 21 Orang di India, Mayoritas Warga Asing

POPULARITAS.COM – Kebakaran hebat melanda sebuah hotel di New Delhi pada Rabu...

News

Dolar AS Menguat, Harga Obat Naik hingga 10 Persen

POPULARITAS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali tertekan hingga...

Exit mobile version