Home Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Kadisbudpar Aceh ajak masyarakat bangga berbahasa daerah
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata AcehNews

Kadisbudpar Aceh ajak masyarakat bangga berbahasa daerah

Share
Tiket masuk ke Museum Tsunami disesuaikan, ini kata Kadisbudpar Aceh
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Almuniza Kamal. FOTO: Disbudpar Aceh
Share

POPULARITAS.COM – Kepala Dinas Kebudayan dan Pariwisata Aceh mewakili Pj Gubernur Aceh memberikan kata sambutan sekaligus membuka acara rapat koordinasi (rakor) dan diskusi kelompok terpumpun (FGD) revitalisasi bahasa daerah Gayo di Hotel Hermes Kota Banda Aceh, Kamis (16/3/2023).

Kadisbudpar Aceh, Almuniza Kamal, menyebutkan PBB melalui UNESCO telah meluncurkan pemetaan bahasa yang terancam punah, dari hasil pemetaan ini Indonesia sangata kaya akan bahasa daerah.

Dirinya menyebutkan, UNESCO telah mencatat terdapat 143 bahasa di Indonesia. Sementara di Indonesia memiliki 719 bahasa daerah dengan 707 yang masih aktif. Namun ratusan bahasa tersebut hanya ada 13 bahasa yang memiliki penutur lebih di atas 1 juta orang.

“Bahasa tersebut yaitu Aceh, Batak, Minangkabau, Rejang, Lampung, Sunda, Melayu, Jawa, Madura, Bali, Sasak, Makassar, dan Bugis. Namun penutur bahasa di Indonesia semakin berkurang,” sebut Almuniza.

Almuniza menjelaskan bahwa faktor pemekaran wilayah, bencana alam serta para penuturnya berpindah ke bahasa lain menjadi alasan punahnya bahasa daerah, kondisi dengan penutur daerah yang rendah akan mengancam punahnya bahasa daerah.

“Fakta tentang punahnya bahasa di beberapa daerah di Indonesia sangat memprihatinkan kita semua. Sebagai kekayaan bangsa berbagai upaya konservasi atau revitalisasi telah dilakukan oleh pemerintah, sehingga dapat memberikan sumbangan yang signifikan dalam upaya melindungi bahasa dalam menjaga keutuhan negara kesatuan republik Indonesia,” ungkap Almuniza.

Seketaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Hafidz Muksin, menyebutkan revetalisasi bahasa daerah ini adalah salah satu ikhtiar, komitmen dari pemerintah dalam rangka melindungi bahasa daerah agar tidak punah.

“Hal ini penting karena UNESCO juga sudah menghasilkan kajiannya bahwa terdapat ratusan bahasa di dunia ini akan mengalami kondisi yang punah,” ujar Hafidz.

Untuk kegiatan revitalisasi, sambung Hafidz, tidak sampai pada saat ini saja melainkan bisa berkelanjutan, sehingga harus digencarkan Kembali kepada masayakat bangga menggunakan bahasa daerah.

“Tentu menjadi tugas kita bersama khususnya kepada penutur generasi sebelumnya diharapkan mulai dari lingkungan keluarga, sekolah serta pemerintahan mari bersama-sama bersatu padu bertekat untuk melestarikan bahasa daerahnya,” harap Hafidz.

Kegiatan tersebut ditutup dengan penandatanganan rumusan hasil rapat koordinasi dan komitmen bersama tiga kabupaten yaitu, Gayo Lues, Aceh Tengah, Bener Meriah.

Share
Tulisan Terkait
News

Ketua DPR Aceh Zulfadhli hadiri peringatan HUT ke-24 Kabupaten Nagan Raya

POPULARITAS.COM – Ketua DPR Aceh Zulfadhli, Minggu 19 Juli 2026 malam, hadiri...

InternasionalNews

Andy Burnham Resmi Jadi Perdana Menteri Inggris Usai Bertemu Raja Charles

POPULARITAS.COM – Andy Burnham resmi menjadi Perdana Menteri Inggris pada Senin 20...

NewsSosial dan Budaya

13 Nama Jalan di Aceh Barat Daya Segera Berganti

  POPULARITAS.COM –  Sebanyak 13 nama ruas jalan di Aceh Barat Daya...

InternasionalNews

Sosok Perempuan Indonesia Dibalik Panggung Megah Penutupan Piala Dunia 2026

POPULARITAS.COM – Momen penutupan (closing ceremony) Piala Dunia 2026 di New York-New Jersey, Senin...

Exit mobile version